3:03 pm - Sabtu Agustus 24, 6340

Awas Propaganda Agama…!

310491 Viewed

Dunia maya ibarat pisau bermata dua. Ada kalanya sesi positif, namun tidak sedikit pula sesi negatif yang akrab dengan dunia maya masa kini. Facebook misalnya yang di gunakan beberapa oknum melakukan propaganda dan adudoma antar sesama umat beragama di Indonesia.

Mereka secara terang-terangan menghina agama atau sekte-sekte tertentu. Seakan mewakili dari kelompok yang dianggapnya paling benar. Penduduk Negara kita yang mayoritas beragama islam di manfaatkan untuk diadu dengan agama-agama minoritas.

Jangan terpancing untuk membuka situs, atau blog, atau forum yang menghina/menghujat agama. kalau ada teman yang memberi kita link URL yang menghina agama, jangan pernah dibuka, beritahu si teman kita itu bahwa link URL itu adalah propaganda. Dan kalau di masukkan dalam grup fecebook jangan pernah mengomentari tautan mereka. Kalupun harus berkomentar ajak mereka sadar tentang penting etika berbang dan bernegara.

Kita sebagai umat beragama kadang gampang terpancing emosi terhadap propaganda yang berbau menghujat atau anti agama. Itu adalah “mangsa empuk” bagi pihak-pihak tertentu yang memanfaat kelemahan ini. kita akan terseret dalam perdebatan yang tiada berhujung; karena mereka itu bukan mencari kebenaran, melainkan hanya memprovokasi adu domba agama, itu doktrin yang halus kearah pemurtadan serta misi anti agama. kita secara tidak sadar terbawa emosi sampai secara tidak sadar mengeluarkan kata-kata kotor, menghina agama lain, mengacam, memaki maki dan lain sebagainya.

Bisnis internet, adalah bisnis “klik” tombol di ujung mouse pada computer yang ada di rumah, warnet, kantor di seluruh penjuru dunia. Sebuah website memperoleh keuntungan dari sponsor yang memasang iklan pada halaman-halamannya. Sponsor akan membayarnya sesuai dengan banyaknya jumlah “klik” yang mengakses website itu, bukan terhitung dari jumlah orang, tapi adalah jumlah akses masuk. Jadi kalau 1 orang mengakses website itu 5 kali, maka akan terhitung lima, bukan satu.

Banyaknya jumlah akses akan menarik posisi link URL itu ke urutan-urutan awal pada searcher (yahoo search, google search, searchalot, dll). Semakin banyak yang mengakses website propaganda ini justru akan ‘memperpanjang umur’ website. Yang memang di buat untuk menghacurkan tatanan masrayakat yang beradab dalam berbangsa bernegara.

Maka menjadi tanggung jab kita bersama untuk tidak tertipu dengan berbagai bentuk propaganda itu. Yang selanjutnya adalah perlu di tingkatkan lagi polisi dunia maya yang bertugas menjaga keamanan peselancar dunia maya agar tidak tertipu oleh berbagai bentuk propaganda dan adu domba antar sesama.

Polisi dunia maya amat sangat di buthkan saat ini, mengingat pengguna internet terutama facebook di Indonesia menempati urutan ke-2 di dunia setelah Amerika.

Cahaya Toleransi Beragama Mencuat dari Kota Malang

Terimakasih Pak Beye…!