4:25 pm - Selasa November 19, 2019

Utusan Malaysia Terkesima Pesantren di Indonesia

1417 Viewed

Surabaya, Cyberdakwah — Kunjungan sejumlah ulama dan akademisi ke pesantren di Jawa Timur menyisakan kekaguman yang mendalam. Bahkan mereka akan menindaklanjuti temuan selama silaturahim tersebut di negaranya.
Hal ini seperti disampaikan Prof Dato’ Dr Abdul Razak Hj Omar kepada Cyber Dakwah usai pembukaan seminar internasional yang diselenggarakan PW Aswaja NU Center Jawa Timur di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Selasa (23/12/2014).
“Kami melihat bahwa pesantren yang kami kunjungi merupakan model lembaga pendidikan yang sangat bagus,” kata Penolong Naib Canselor Hubungan Industri Masyarakat di UTHM Malaysia ini.
Baginya, pesantren merupakan lembaga yang integral sehingga menyatukan antara pendalaman agama dengan pengamalan materi keagamaan dalam keseharian. Ia lalu membandingkan model pendidikan peserta didik di negerinya, Malaysia. “Di tempat kami, kewajiban mengawasi dan mendidik murid hanya dilakukan saat mereka berada di lembaga pendidikan,” katanya. Sedangkan saat pulang ke rumah masing-masing, maka hal itu menjadi kewajiban para orang tuanya.
Padahal waktu berada di luar sekolah demikian panjang. “Dan murid dengan mudah bergaul dengan masyarakat dan lingkungannya yang beragam,” terangnya. Dan bukan tidak mungkin selama bergaul dengan lingkungan inilah, banyak hal negative yang diterima oleh para muris dan siswa.
Dato’ Abdul Razak juga menyayangkan banyaknya para murid yang cenderung mencari pengetahuan dan pendalaman agama dari media internet. “Bukan tidak mungkin banyak materi keagamaan yang salah dari situs yang dibaca para murid,” katanya. Belum lagi mereka dipengaruhi oleh isi dari media sosial yang semakin digemari.
Karena itu, kemunculan para murid yang hanya memiliki pengetahuan agama yang dangkal demikian juga tidak terjaga validitas pengetahuan selama mencari di internet sebagai biang keladi lahirnya generasi muda yang ekstrim.
“Pesantren di Indonesia ternyata bisa memberikan jawaban bagi ketersediaan generasi muda yang memiliki pengetahuan agama secara utuh dan tangguh,” bangganya. Karenanya, usai kunjungan ini mereka akan membahas dan meniru pola pendidikan pesantren di Malaysia.
Sejak Jumat lalu, 23 orang ulama dan staf pengajar di Malaysia mengunjungi empat pesantren yakni al-Fitroh Kedinding Surabaya, Sidogiri Pasuruan, Zainul Hasan Genggong Probolinggo serta Bumi Shalawat Sidoarjo.
Apalagi pada akhir seminar internasional juga telah dilakukan penandatanganan kerjasama antara PW Aswaja NU Center dengan kontingen dari Malaysia untuk melakukan pendalaman Ahlus Sunnah wal Jamaah secara lebih intensif.
Seminar internasional ini dihadiri para ulama di antaranya KH Miftachul Akhyar (Rais PWNU Jawa Timur), KH Hasan Mutawakkil Alallah (ketua), KH Abdus Shomad Bukhori (MUI Jatim) serta utusan PCNU se Jawa Timur dan peserta daurah Aswaja dari seluruh Indonesia. (s@if)

Don't miss the stories followCyber Dakwah and let's be smart!
Loading...
5/5 - 1
You need login to vote.
Filed in

Islam Nusantara Kian Terdesak, Saatnya Tingkatkan Kewaspadaan

Waspada Tsunami Jilid Ke-2

Related posts