10:48 pm - Selasa September 17, 2019

ISNU Gelar Halaqoh Pengembangan Ekonomi Pesantren

1010 Viewed

ISNU Gelar Halaqoh Pengembangan Ekonomi Pesantren

Dalam rangka Musyawarah Kerja Nasional yang ke-2, Pimpinan Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) mengadakan “Halaqoh Pengembangan Ekonomi Pesantren” di Pondok Pesantren Riyadhul Aliyah Cisempur, Cinagara, Caringin Bogor, Jawa Barat, Sabtu (23/05).

Dalam sambutan pembukaanya, Ketua Umum PP ISNU Ali Masykur Musa mengatakan pentingnya pemberdayaan ekonomi pesantren dalam membentuk kemandirian pesantren. “Jika Ekonomi pesantren dikembangkan maka pesantren akan menjadi mandiri, dan kemandirian ini penting dalam rangka membesarkan kekuatan sendiri, sehingga tidak bergantung pada pihak lain,” tegasnya.

Dalam kesempatan ini, ISNU menghadirkan Pimpinan Baitul Mal wat Tamwil (BMT) Sidogiri H Mahmud Ali Zain. Ia menjelaskan jerih payah dan perkembangan mutakhir Pesantren Sidogiri dalam mengembangkan BMT.

Mahmud  memaparkan, keberhasilan BMT Sidogiri dalam mengembangkan Koperasi Simpan Pinjam, Koperasi Serba Usaha, dan Produk Usaha Gabungan. “Aset BMT Sidogiri saat ini mencapai 17 Triliun, dan tiap tahun selalu bertambah,” paparnya.

Menurutnya, capaian tersebut diperoleh lantaran pihaknya mengelolanya dengan bersandarkan ketentuan syariah dan profesionalisme.

Ketua PP ISNU yang membidangi ekonomi, Irnanda Laksamawan, mengatakan bahwa ISNU akan mengawal program kegiatan pemberdayaan ekonomi pesantren. Irnanda dalam kesempatan itu menjadi pemateri Pemberdayaan dan Kemandirian Ekonomi Mikro melalui Koperasi Mabadiku Bintang Sembilan untuk Nahdliyin.

Dalam kesempatan yang sama, hadir pula rombongan Pimpinan Pusat Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (Hipsi). Ketua Pusat HIPSI Moch Ghozali yang hadir untuk memfasilitasi terbentuknya HIPSI Kabupaten Bogor memaparkan beberapa program praktis yang bisa dikembangkan di lingkungan pesantren.

“Keahlian servis komputer dan instalasi, reparasi lampu TL, sampai pelatihan kuliner akan diajarkan bagi santri-santri yang akan lulus dari pesantren, agar mereka dapat mandiri setelah lulus nanti,” terangnya.

Sumber : NU Online

Apa komentar anda?
News Feed
Don't miss the stories followCyber Dakwah and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.

Orang Pandai, Pemimpin, dan Orang kaya.

Pembalasan Minimal Yang Patut Bagi Mereka

Your comment?
Leave a Reply