3:37 pm - Kamis September 21, 4428

Dengan Keterbatasan, Madrasah di Lereng Hutan Ini Tetap Bertahan

543 Viewed

Jombang, Cyberdakwah — Kebanyakan para pegiat dan pengabdi pendidikan yang tulus ada di tingkatan bawah. Dengan keterbatasan yang dimiliki, mereka masih berkenan membina peserta didik dengan penuh keikhlasan. Kiprah seperti ini yang layak mendapat perhatian lebih.

PC LP Ma’arif NU Jombang Jawa Timur memiliki program bulanan yang bernama silaturahim dan bhakti sosial. “Kegiatan ini hasil kerjasama PC LP Ma’arif NU bersama kelompok kerja penyuluh Kanbupaten Jombang,” kata Ketua PC LP Ma’arif Jombang, KH Salmanuddin, beberapa waktu berselang.

Untuk bulan ini, lokasi yang dituju adalah MI Ma’arif NU Raden Patah yang berada di Desa Cupak Kecamatan Ngusikan. Kegiatan ini diikuti KH Taufiq Abdul Jalil (PCNU Jombang), utusan dari MWC LP Ma’arif NU Kecamatan Kudu, Ploso, Ngusikan, serta Kesamben. Juga ikut bergabung 10 penyuluh Kementerian Agama Kabupaten Jombang.

Persasaan iba, sedih, haru dan salut campur aduk saat rombongan menginjakkan kaki di madrasah yang berada di pinggiran hutan ini. Betapa tidak, jumlah peserta didik di madrasah tersebut hanya 23 siswa. “Itu adalah jumlah keseluruhan dari kelas 1 hingga 6,” kata Gus Salman, sapaan akrabnya.

Namun kendati kondisinya cukup memprihatinkan, namun ada secercah kebanggaan dari madrasah ini. “Meskipun berada di kawasan lereng hutan, namun madrasah ini berkenan untuk ikut Badan Hukum Perkumpulan Nahdhatul Ulama atau BHPNU,” tandas Pengasuh Pondok Pesantren Babussalam Kalibening Mojoagung ini. Benar-benar istimewa dan sangat membanggakan, lanjutnya.

Di hadapan para guru dan murid, rombongan kemudian memberikan penyuluhan tentang arti pendidikan serta pentingnya menjaga kesehatan. “Meskipun berada di kawasan yang kurang mendapat perhatian, tapi kami berharap para guru dan murid di sini tetap semangat mengajar dan menuntut ilmu, serta berupaya menjaga kesehatan diri dan lingkungan,” kata Gus Salman.

Usai pemberian materi kesehatan dan motivasi pendidikan, rombongan kemudian memberikan bantuan seragam kepada seluruh siswa. “Kami juga memberikan sejumlah alat olahraga, dan alat shalat kepada dewan guru,” katanya.
“Apa yang kita lakukan selama ini, rasanya tidak sebanding dengan yang mereka khidmatkan kepada agama, bangsa dan negara, juga NU,” tandas alumnus Madrasatul Qur’an Tebuireng ini.

Kesadaran untuk bergabung dalam BHPNU menjadi bukti nyata bahwa madrasah ini taat organisasi. “Dan itu ternyata dilakukan dengan penuh kesadaran diri oleh madrasah yang memiliki tenaga pengajar, siswa dan fasilitas yang cukup memprihatinkan,” katanya dengan mata berkaca-kaca. Karena itu, dengan segala keterbatasan yang dimiliki, PC LP Ma’arif akan terus meberikan perhatian kepada madrasah yang memiliki loyalitas tinggi kepada NU.

Gus Salman berharap agara Ma’arif diberikan kekuatan untuk membantu agar keberadaan madrasah di kawasan terpencil seperti ini bisa mendapatkan perhatian. “Ini bentuk kepedulian kita kepada masa depan dan generasi NU di masa mendatang,” pungkasnya. (s@if)

Pewarta: Syaifullah
Editor: Tim Cyberdakwah.com

Filed in

Sarjana Islam Adakah kan kembali?

Pendidikan di Sebuah Suku Pedalaman