6:31 pm - Kamis November 15, 2018

Aqiqah Saat Idul Adha

2988 Viewed
PERNYAAN:
Safri Ishmayana
menyambut idul adha, mau nanya ah.. Apakah boleh melakukan aqiqah pada hari idul adha? setahu saya, untuk aqiqah di sunah kan untuk membagi nya dalam keadaan sudah matang.. kalau boleh melakukan aqiqah pada hari idul adha, apakah boleh juga membagikan nya bersama2 dengan kurban? mohon penjelasan dari para asatidz 🙂
             aqiqah-ilustrasi
JAWABAN:
Masaji Antoro
menurut Imam Romli satu kambing boleh dan cukup bila di niati untuk aqiqah sekaligus kurban meskipun menurut Imam Ibnu Hajar tidak menganggapnya cukup.
مسئلة) لو نوي العقيقة والضحية لم تحصل غير واحد عند حج ويحصل الكل عند مر اهـ
(Masalah) 
Apabila seseorang meniati aqiqah dan qurban, maka tidak hasil kecuali satu (niat) menurut Imam Ibnu Hajar dan bisa hasil keseluruhannya menurut Imam Muhammad Ramli. (Itsmid al-‘Ain Hal 77)
Ibarot senada bisa dilihat di :
Bughyah alMustarsyidin 154
al-Baajuri II/304 dan al-Qalyubi
IV/255
>> Mbah Jenggot: Boleh.
Daging korban diberikan mentah.
Aqiqah berikan matang.
>> Fajar Bashir:
Untuk pembagian daging kurban pada dasarnya herus (wajib) dibagikan berupa daging mentah, karena maksud nya adalah tamlik (memberi milik). Jika kurban itu nadzar, maka wajib semuanya dibagikan pada fakir miskin dan berupa daging mentah. Jika kurbannya hanya sunah (bukan nadzar), maka hrs ada sebagian yg dikasihkan fakir miskin dan diberikan berupa daging mentah. Untuk sisanya boleh dibagikan bkn miskin (kaya) dan boleh dgn sudah matang.
Sedangkan Aqiqah, yg afdlol diberikan dgn wujud masakan, sebab maksud asalnya adalah untuk hidangan. Namun jika diberikan berupa mentah, itu boleh saja.
I’anatutthalibien: Juz: II. hlm. 333
>> Masaji Antoro:
Sekedar nambahi ‘IBAROT kang Fajar Bashir untuk kelengkapan DOKUMEN
ويجب التصدق ولو على فقير واحد بشيء نيئا ولو يسيرا من المتطوع بها
والأفضل التصدق بكله إلا لقما يتبرك بأكلها وأن تكون من الكبد وأن لا يأكل فوق ثلاث والتصدق بجلدها وله إطعام أغنياء لا تمليكهم ويسن أن يذبح الرجل بنفسه
( وقوله نيئا ) أي ليتصرف فيه المسكين بما شاء من بيع وغيره فلا يكفي جعله طعاما ودعاء الفقير إليه لأن حقه في تملكه لا في أكله
I’aanah at-Thoolibiin II/333
والتصدق بمطبوخ يبعثه إلى الفقراء أحب من ندائهم إليها ومن التصدق نيئا
( وقوله ومن التصدق نيئا ) أي وأحب من التصدق بها نيئا
I’aanah at-Thoolibiin II/336.
Sumber : Santri.net
Filed in

Urutan Keutamaan Hewan Qurban

Bakti Kepada Suami Atau Orang Tua?

Komentar

  1. […] 10 (insert & desain pribadi): Institusi keuangan syariah di Indonesia idealnya dapat memanfaatkan sebaik […]