3:09 am - Jumat November 16, 2018

BBB (Bukan Banci Biasa)

968 Viewed

Wah… Serem nih topik kali ini..!

Akhir-akhir ini banyak dari kaum laki-laki yang merampas sebagian besar pakaiain dan tingkah laku kaum wanita, begitupun sebaliknya, bahkan orang seperti ini sangat gampang kita temukan dilingkungan kita, di jalan-jalan, alun-alun kota bahkan di pesantrenpun yang katanya berkumpulnya orang-orang baik, ada saja yang bertingkah layaknya banci (Naudzubillahi min Dzalik, semoga mereka bisa berubah seiring berjalannya waktu, amin).

thumbs_down_green

Dalam sebuah hadis rasulullah bersabda: “Ada empat kelompok orang yang pada pagi dan petang hari dimurkai Allah”. Para sahabat lalu bertanya, “siapakah mereka itu ya rosulullah?” beliau lalu menjawab “laki-laki yang menyerupai perempuan, perempuan yang menyerupai laki-laki, orang yang menyetubuhi hewan, dan orang-orang yang homo seks”. (HR. Ahmad dan ath-Thabrani)

Dari hadis diatas bisa ditarik kesimpulan bahwa laki-laki yang menyerupai perempuan, perempuan yang menyerupai laki-laki, homo seksual dan orang yang menyetubuhi hewan adalah kelompok yang dimurkai oleh Allah, hal ini juga dipertegas Dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma, katanya: “Rasulullah s.a.w. melaknat kepada orang-orang lelaki yang berlagak banci-yakni bergaya sebagai wanita, juga orang-orang perempuan yang berlagak sebagai lelaki.” Dalam riwayat lain disebutkan: “Rasulullah s.a.w. melaknat kepada orang-orang lelaki yang menyerupakan diri sebagai kaum wanita dan orang-orang perempuan yang menyerupakan diri sebagai kaum pria.” (Riwayat Bukhari).

Dan lebih ekstrim lagi secara terang-terangan kaum gay dan lesbian pada zaman modern ini, menuntut hak untuk diperbolehkan kawin sesama jenis, hal ini sangat meresahkan masyarakat, khususnya kaum muslim yang berpijakan pada nilai-nilai wahyu.

Homo atau nama kerennya adalah “liwath” dan lesbian itu sudah pernah terjadi di zaman Nabi Luth. Saat itu Allah telah memberi peringatan agar mereka para pendosa itu segera bertaubat. Bukannya tobat, eh… malah mereka naksir malaikat yang menjelma menjadi manusia dan bertamu ke rumah Nabi Luth. Jelas saja Allah murka dengan manusia jenis ini. Azab Allah berupa dibaliknya bumi yang atas menjadi di bawah dan yang bawah menjadi di atas, kemudian dijatuhkanNya batu dari tanah yang terbakar menghunjami kaum pendosa itu. Na’udzubillah.

Firman Allah SWT (yang artinya): “Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi,” (Qs Hud 82).

Juga, Allah SWT berfirman (yang artinya): “dan kepada Luth, Kami telah berikan hikmah dan ilmu, dan telah Kami selamatkan dia dari (azab yang telah menimpa penduduk) kota yang mengerjakan perbuatan keji. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang jahat lagi fasik” (Qs Al-Anbiya’ 74).

Kita tak ingin Allah SWT murka. Karena bila sampai Allah murka, maka sungguh tak akan ada yang selamat dari azab-Nya meskipun ia adalah orang beriman. Karena yang namanya azab itu tak mungkin pilih-pilih datangnya. Ia akan menghantam siapa saja yang ada di antara kaum pendurhaka itu. Oleh karena itu, di sinilah pentingnya dakwah yaitu menyeru kepada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran.

Imam Syafi’i menetapkan pelaku dan orang-orang yang ‘dikumpuli’ (oleh homoseksual dan lesbian) wajib dihukum mati, sebagaimana keterangan dalam hadits, Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa yang mendapatkan orang-orang yang melakukan perbuatan kaum Nabi Luth (praktik homoseksual dan lesbian), maka ia harus menghukum mati; baik yang melakukannya maupun yang dikumpulinya.” (HR Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al Baihaqi). (dalam Zainuddin bin Abdul ‘Aziz Al Malibaary, Irsyaadu Al ‘ibaadi ilaa Sabili Al Risyaad. Al Ma’aarif, Bandung, hlm. 110)

Keberadaan kaum laki-laki yang menyerupai perempuan dan sebaliknya, ini semakin hari semakin ‘berseliweran’ menunjukkan eksistensinya, bahkan mereka membuat komunitas semisal BBB (Bukan Banci Biasa), BMK (Bencong Masa Kini), Gadis, Fordes, SiBan dan komunitas-komunitas yang lainnya, oleh karena itu, menjadi tugas kita bersama untuk mengingatkan kekhilafan mereka, dan diakui atau tidak, mereka sulit untuk mengubah diri mereka meski mereka menyadari bahwa yang diperbuat oleh mereka salah. Bahkan secara terang-terangan salah seorang member BBB mengatakan kepada kru mediasi bahwa mereka seperti itu bukan karena kehendak diri mereka, tapi dari takdir yang telah membentuk mereka menjadi seperti itu dan tujuan mereka seperti itu adalah untuk membahagiakan kaum laki-laki. Jika sudah seperti ini maka hanya doa jualah yang harus kita panjatkan agar mereka berubah, bertafakkur, tadabbur dan berikutnya bertobat. Semoga kaum yang telah disebut diatas bisa berubah dengan membaca tulisan ini, aamiin, aamiin ya rabbal alamin. (Red)

Sumber : Iksass.net

 

Filed in

Sebuah Kesaksian dari Misfalah

Keutamaan Puasa Hari Arafah, Asyura dan Tasu’a