6:32 pm - Kamis November 15, 2018

Bukan Sekadar Jenggot, Tapi Akhlak

709 Viewed

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan, memelihara jenggot termasuk salah satu sunnah Rasulullah SAW sehingga kaum muslim boleh mengamalkannya. Tapi yang ditiru jangan hanya jenggotnya saja, melainkan akhlaknya.

1442386113

Wali-wali Allah, para sufi, kiai-kiai NU seperti Hadrotusyekh Hasyim Asy’ari juga berjenggot, tapi mereka mengikuti akhlak Rasulullah. “Konsekuensinya, orang berjenggot, harus pula berusaha mengikuti perilaku Rasulullah,” katanya di gedung PBNU, Jakarta, Selasa malam (15/9).

Kiai asal Cirebon ini menegaskan, percuma saja jika jenggot sekadar asesoris, tapi akhlaknya jauh dari akhlak Islam, tidak mengikuti akhlak Rasul. Karena misi yang paling subtansi dari Rasulullah adalah membangun akhlak.

Jika berjenggot malah menjadikan sombong, merasa paling benar, paling Islam, paling mengikuti sunnah Rasul, itu berarti bertolak belakang dengan sifat Rasululllah.

Lebih lanjut ia menjelaskan, ketika memelihara jenggot, syaraf pendukung kecerdasan otak, teratarik habis oleh jenggot. Karenanya jenggot mengurangi kecerdasan.

Menurut dia, kecerdasannya itu akan turun ke hati. Artinya orang berjenggot panjang adalah simbol dari hati yang sudah arif, bersih, sudah tidak lagi memikirkan harta dunia, kedudukan, dan ikhlas lillahi ta’ala.

“Ulama sufi dan wali semuanya berjenggot, kecerdasan pindah dari otak ke hati,” jelasnya.

Wallahu a’lam bisshowab

Sumber : NU Online

Filed in

Kyai Azaim Dan Mushalla “Jabal Nur”.

Berbahagialah Menjadi Perempuan