6:35 pm - Kamis November 15, 2018

Jamaah Calon Haji Berharap Doa dan Dukungan dari Tanah Air

829 Viewed

Makkah, Cyberdakwah — Setelah kejadian runtuhnya salah satu alat berat karena badai pasir, kondisi di Masjidil Haram sudah normal. Para jamaah lebih fokus beribadah sembari mempersiapkan diri menunggu jadual wukuf di Arafah. Namun sangat disayangkan, di media sosial banyak spekulasi yang membuat kekhusyukan jamaah calon haji terganggu.

“Semisal ada yang memiliki anggapan bahwa para korban adalah mereka yang tidak pantas mendapat panggilan Allah SWT,” kata Ana Farhasy, Ahad (13/9) waktu setempat. Jamaah dari kelompok penerbangan atau kloter 25 ini sangat menyayangkan pandangan tersebut.

Justru dalam persepsi Ustadzah Ana, sapaan akrabnya, para korban adalah syuhada dan sangat layak mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. “Mereka meninggal saat beribadah di tempat terbaik, dishalati dan didoakan umat Islam di seluruh dunia,” tandasnya. Hanya hamba terpilih yang nyawanya diambil di Masjidil Haram, dishalati di masjid paling mulia sejagat, juga dimakamkan di Makkah, lanjutnya.

“Karenanya kami sangat prihatin atas sejumlah komentar di media sosial yang jauh dari akhlakul karimah dan semangat ukhuwah islamiyah,” kata alumnus pesantren di Bangil Pasuruan Jawa Timur ini.

Dalam pandangannya, sejumlah persepsi di media sosial tersebut akhirnya juga berimbas kepada semangat dan konsentrasi sebagian jamaah. “Malah bisa jadi, pendapat tersebut mengganggu rombongan calon jamaah yang saat ini ada di tanah air untuk berangkat ke Makkah,” kata pemilik Majmal Boutique ini.

Harapan Ustadzah Ana, hendaknya para muslimin di tanah air bisa memberikan semangat, dorongan dan tambahan motivasi dengan mengedepankan husnud dzan atau prasangka baik untuk seluruh prosesi haji yang akan dilaksanakan. “Yang dibutuhkan jamaah di sini adalah doa tulus dari keluarga, sahabat dan semua pihak di tanah air,” harapnya. Karena dalam pandangannya, haji merupakan ibadah puncak sebagai sarana untuk menyempurnakan keislaman.

“Oleh sebab itu, jangan ganggu fokus jamaah dalam beribadah dengan persepsi dan pandangan negatif,” tandasnya.
Mendoakan, memberikan spirit bagi kekhusyukan ibadah merupakan antara lain yang dapat dilakukan dari tanah air. Karena prosesi haji masih akan berlangsung yakni wukuf di Arafah. “Kami tidak tahu akan ada peristiwa apa lagi saat wukuf dan melempar jamarat,” katanya. Oleh karena itu, doa dan dukungan dari seluruh kaum muslimin demi lancarnya ibadah haji sangatlah diharapkan, pungkasnya. (s@if)

Filed in

Daftar Nama Korban Jemaah Haji

Masjid Cheng Ho Diresmikan