3:10 am - Jumat November 16, 2018

Jangan Kotori Jabal Rahmah dengan Coretan

866 Viewed
ARAFAH, 31/12 - WUKUF DI ARAFAH. Sejumlah jama'ah dari berbagai negara di dunia berdoa di sekitar Jabal Rahmah di kawasan padang Arafah saat pelaksanaan wukuf di Arafah, Jumat (30/12). Wukuf di Arafah merupakan puncak dari pelaksanaan ibadah haji, dan jama'ah diharuskan melakukan wukuf yang dilaksanakan di tenda-tenda atau ditempat-tempat terbuka. FOTO ANTARA/H.Zarqoni Maksum/Koz/pd/06.

Makkah, Cyberdakwah — Usai melaksanakan umrah dari tempat miqat berbeda, para jamaah calon haji biasanya mengisi waktu dengan berziarah. Sembari menunggu puncak pelaksanaan haji yakni wukuf di Arafah, sejumlah tempat penting dikunjungi. Salah satunya yang cukup ramai adalah Jabal Rahmah.
Tempat ini tidak pernah sepi dari kunjungan para jamaah. Ya, Jabal Rahmah adalah gunung yang disebut-sebut punya kisah pertemuan Nabi Adam dengan istrinya, Hawa. Bahkan terdapat monumen yang menandakan pertemuan keduanya.

“Seperti diketahui dalam catatan sejarah, usai terusir dari surga lantaran melanggar ketentuan Allah, Adam dan Hawa diturunkan ke dunia,” kata Ustadzah Ana Farhasy kepada media ini, Kamis (17/9/2015) waktu setempat. Dan keduanya dipertemukan kembali di Jabal Rahmah atau yang juga disebut dengan gunung kasih sayang, lanjutnya.
Gunung kasih sayang ini berada di tepi Arafah yang merupakan suatu kawasan di bagian timur luar Kota Makkah. Jabal Rahmah pun tak jauh dari Padang Arafah, tempat para jamaah haji melakukan ibadah wukuf nantinya.
Dalam pantauan Ustadzah Ana, sapaan akrabnya, di atas Jabal Rahmah terdapat suatu tugu yang terbuat dari beton persegi empat dengan lebar 1,8 meter dan tingginya 8 meter. “Masyarakat setempat percaya, lokasi bertemunya Adam dan Hawa persis di titik tugu tersebut,” kata desainer baju muslim ini.

“Jabal Rahmah itu lebih tepatnya adalah bukit,” katanya. Tingginya sekitar 70 meter saja dan bisa didaki jamaah dengan melewati anak tangga. “Mendaki Jabal Rahmah dari dasar hingga mencapai tugu Adam dan Hawa, biasanya menghabiskan waktu sekitar 15 menit saja,” ungkapnya.

Di dekat monumennya, banyak jamaah haji yang berdoa. Ada pula yang terpesona oleh pemandangan Padang Arafah yang bisa dilihat jelas dari atas Jabal Rahmah. “Pemandangan cantik yang jadi saksi bisu pertemuan kembali Adam dan Hawa di bumi,” terangnya.

“Bukan itu saja momen yang dapat dikenang dari Jabal Rahmah,” kata pemilik Majmal Boutique di Malang dan Surabaya ini. Di tempat ini juga jadi tempat bersejarah bagi perjalanan Nabi Muhammad. “Di sinilah Nabi Muhammad menerima wahyu terakhir dari Allah, sekaligus penyempurna dari ajaran Islam,” kata alumnus pesantren di Bangil Pasuruan Jawa Timur ini.

Banyak yang percaya, jika berdoa untuk mendapatkan jodoh di Jabal Rahmah maka permintaannya cepat dikabulkan. Ini juga juga berlakum bagi suami istri agar dijadikan pasangan setia. “Saya yang melaksanakan haji bersama suami, juga menyempatkan berkunjung dan bermunajat di gunung ini,” katanya. Keduanya berharap agar bisa meneladani Nabi Adam dan Hawa.

Kendati menjadi jujugan para jamaah, namun ada yang kurang layak dilakukan. “Yakni, kegemaran jamaah yang mengabadikan nama di batu yang ada di bukit,” tukasnya. Baginya, itu tindakan kurang patut dan mengotori kesakralan Jabal Rahmah.
Bahkan menurut keterangan para mukimin, yakni WNI yang lama di Makkah, tidak sedikit yang justru menawarkan spidol untuk tindakan kurang pantas ini. “Banyak jamaah yang menuliskan nama di tugu Adam dan Hawa ini, sehingga merusak keindahan,” katanya menyayangkan.
Padahal dengan berfoto, itu sudah bisa menjadi kenang-kenangan tidak terlupakan. “Jadi, jangan kotori tempat bersejarah ini dengan coretan,” pungkasnya. (s@if)

Filed in

Revisi UU Penyelenggaraan Haji

Kerudung Bermotif Wanita Telanjang