3:42 am - Rabu November 21, 2018

Memakai Pakaian dari Rosulullah

1162 Viewed

Pada hakikatnya pakaian merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia, pakaian bukan sekedar pelindung manusia dari dingin dan panas, akan tetap pakaian juga berfungsi sebagai pelindung manusia dari godaan hawa nafsu.

pakaian-rosulullah-390x300

Dr. Jalaluddin Rahmat, menyebutkan tiga fungsi penting dari pakaian, Pertama. Sebagai pembeda dari kelompok dan golongan lain, Kedua. Sebagai fungsi prilaku, pakaian akan mempengaruhi cara pandang dan prilaku orang yang memakainya. Semisal ketika seseorang berpakaian ala santri dengan menggunakan baju koko, kopyah dan sarung, maka dia akan terpaksa dalam batasan kaidah-kaidah kelompok santri. Dalam artian sulit untuk berbuat macam-macam, seperti merayu seorang cewek dan lain sebagainya, ketiga. Sebagai tanda dan identitas.

Rasulullah SAW. Secara tidak langsung memberikan kriteria-kriteri dan cara berpakaian bagi ummat muslim. diantaranya, ummat islam tidak boleh memakai baju yang menonjolkan lekuk tubuh, transparan dan ketat, istilah anak muda zaman sekarang you can see yang biasa dipakai oleh ABG masa kini atau hot pans yang pemakainya disebut cabe-cabean, hal-hal diatas dilarang langsung oleh rosulullah dalam hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA. Rasulullah SAW. Bersabda “itu asma, sesungguhnya perempuan itu apabila telah sampai umur (dewasa), maka tidak patut menampakkan sesuatu dari dirinya melainkan ini dan ini” Rasulullah bersabda sambil menunjukkan kepada muka dan telapak tangan serta pergelangannya sendiri. (HR. Abu Dawud).  bahkan ada hadis yang diriwayatkan oleh muslim menyatakan bahwa para wanita yang berpakaian tapi telanjang tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya. Oleh karena itu pakaian yang ketat yang biasa dikenakan para mahasiswi maupun ibu-ibu disekitar kita dan para artis itu sesuai syariat atau tidak, mungkin lebih baiknya Hasibu amfusakum dan ibda’ binafsik  (koreksi diri dan mulai dari siri kita)

Rasullah SAW. Juga melarang pakain yang dipakai untuk berbangga diri dan ria’ sebaigaimana sabda beliau “ barang siapa yang mengenakan pakaian ketenaran didunia niscaya Allah akan mengenakan padanya pakaian kehinaan di hari kiamat” (HR. Ahmad). dari sini kita bisa menilai apakah pakaian yang mahal seperti Dannis, rabbani adalah pakaian ketenaran atau tidak, secara harfiahnya pakaian ketenaran dimaksud adalah pakaian yang bila dipakai ada kesan riya’ dan ada kesan bangga diri, oleh karena itu memakai pakaian yang compang-camping karena ingin dikatakan sufi atau memakai pakaian yang biasa saja karena ingin dipuji sebagai orang yang sederhana itu termasuk pakaian ketenaran.

Rasulullah juga melarang pakaian yang menyerupai pakaian pria bagi perempuan dan menyerupai perempuan bagi laki-laki, hal ini disampaikan oleh ibnu abbas RA. Bahwasanya “rasulullah melaknat kaum pria yang menyerupai kaum wanita dan kaum wanita yang menyerupai kaum pria” hadist ini diriwayatkan oleh imam bukhori

Diakui atau tidak kaum wanita masa kini berbondong-bondong merampas sekian banyak jenis pakaian kaum pria, bahkan hampir tidak ada jenis pakaian pria satupun kecuali wanita bebas–bebas memakainya, oleh karena itu sangat tidak heran jika pesantren khususnya pondok pesantren salafiyah syafi’iyah sukorejo menyeru dalam baner –baner yang ditempel di tembok-tembok pesantren agar semua tamu yang datang menyesuaikan untuk berpakaian ala ma’hady atau pakaian islami, selanjutnya menjadi tugas kita bersama untuk saling menjaga dan mengingatkan saudara-saudara kita sesama ummat islam. Semoga allah memberi taufiq kepada kita semua dalam mematuhi setiap perintahnya dan menjauhi segala larangannya, akhiran alangkah lebih baiknya kira bersama memakai pakaian yang rosulullah SAW telah memberi kriteria di dalamnya dari pada berpakaian yang datangnya dari adat luar.  (red)

Rujukan.

  1. Jilbab al-mar’ah al-muslimah, syeikh muhammad nashiruddn al-abbany, maktabah asy syamilah.
  2. Syeikh an nawawi’ala muslim, an nawawi, mawqi’al islam, maktabah asy syamilah.

Sumber : Iksass.net

Kisah Hatim Disebut Al ‘Ashom (Tuli)

3 Cara Bersyukur Kepada Allah