3:57 pm - Senin Desember 17, 2018

Menag Imbau Tentang Google

766 Viewed

Dalam kegiatan Workshop Kreator Konten dengan tujuan menyebarkan pesan damai di dunia maya, Selasa (1/9) di Hotel Fairmont Jakarta yang diselenggarakan oleh The Wahid Institute dan Google Indonesia, Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin mengimbau dan meminta Google agar tidak menaruh konten-konten negatif diurutan paling atas di mesin pencarian.

1441169076
“Selain kebajikan yang sudah dilakukan, Google juga harus mempunyai kebijakan tegas terhadap konten-konten negatif dengan tidak memunculkan link-link negatif diurutan paling atas,” ujar Menag saat memberikan sambutan dalam kegiatan Workshop tersebut.

Menag bercerita tentang pengalaman pribadinya saat dirinya mencoba mencari konten dengan kata kunci “Qital”. Ketika itulah dirinya mendapatkan konten sekaligus gambar-gambar yang menyeramkan berbalut panji-panji Islam diurutan atas.

“Tentu konten-konten tersebut memiliki dampak yang kurang baik bagi generasi muda. Apalagi mereka seringnya hanya membuka konten yang paling atas, tidak mau mencari hingga ke bawah untuk perbandingan,” ungkapnya.

Menag menjelaskan, bahwa konten-konten negatif yang dimaksud dirinya adalah, diantaranya konten yang menjurus pada radikalisme dan ekstrimisme yang mengatasnamakan agama, baik dalam bentuk informasi, berita, gambar, dan video di You Tube.

Karena menurutnya, esensi agama harus menebarkan kebajikan dan memanusiakan manusia. “Sebab itu, deradikalisasi bukan upaya melemahkan agama seperti anggapan mereka, melainkan mencegah mental intoleran dan ekstrimisme,” paparnya.

Kepada generasi muda, Menag mengingatkan bahwa internet tidak bisa menjelaskan teks. Harus belajar kepada kiai, ustadz, maupun guru sehingga agama tidak dipahami secara instan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur The Wahid Institute, Yenny Wahid, penulis Biografi Gus Dur, Greg Barton, Aktivis Gender, Hussein Muhammad, Fasilitator untuk Rehabilitasi Teroris, Noor Huda Ismail, Jurnalis Perdamaian United Kingdom, Abdul-Rehman Malik, dan lebih dari 70 peserta dari berbagai latar belakang

Filed in

Adzan Pertama Waktu Subuh

Bagaimana Membaca NU?