3:47 am - Kamis November 15, 2018

Goncang Gempa 7,5 Skala Richter

920 Viewed

Gempa bumi berkekuatan 7,5 Skala Richter (SR) yang mengguncang Afghanistan dan sekitarnya menyisakan trauma bagi warga setempat. Salah satu warga menyebut gedung bergoyang bagaikan pendulum akibat gempa kuat ini.

Getaran gempa yang terjadi pada Senin (26/10) ini dirasakan hingga ke wilayah Pakistan dan India. Sejauh ini, korban tewas dilaporkan mencapai 280 orang, dengan sebagian besar korban atau sekitar 214 orang tewas di Pakistan. Sedangkan lebih dari 1.800 orang mengalami luka-luka.

“Gedung-gedung bergoyang seperti sebuah pendulum, rasanya seperti surga akan runtuh,” tutur Tufail Ahmed, salah satu warga Peshawar, Pakistan yang berprofesi sebagai pemilik toko kepada AFP, Selasa (27/10/2015).

88d7aba5-6fdf-4c83-bd68-0b2f6a110719_169

Otoritas kota Peshawar menuturkan, banyak rumah dan gedung di kota itu yang roboh akibat gempa. Bahkan dilaporkan banyak orang yang masih terjebak di dalam reruntuhan bangunan yang roboh. Di Islamabad, restoran dan gedung perkantoran kosong usai gempa. Retakan terlihat di beberapa bangunan, namun belum ada kerusakan besar yang dilaporkan terjadi.

“Kami saling berpegangan dan menangis, kami tidak bisa melakukan apapun, saya merasa sangat tidak berdaya. Saya merasa takut seluruh dunia akan runtuh,” tutur Farhana Parveen, pelajar 16 tahun yang dievakuasi dari sekolahnya di Islamabad, kepada AFP.

59f44015-4b01-4306-b7b0-814ba52effe4_169

Jumlah korban tewas di wilayah Afghanistan mencapai 63 orang dan ratusan orang lainnya luka-luka. Pemimpin eksekutif Afghanistan, Abdullah Abdullah menyebut gempa bumi ini merupakan salah satu yang terkuat yang pernah melanda Afghanistan beberapa dekade terakhir.

“Laporan awal menyebutkan ada banyak korban jiwa dan kerugian finansial besar di Badakhshan, Takhar, Nangarhar, Kunar dan wilayah lainnya. Jumlah pastinya tidak diketahui karena saluran telepon tidak berfungsi dan komunikasi terputus di banyak area,” tutur Abdullah Abdullah.

Sebagian besar wilayah Badakhshan, provinsi terpencil yang menjadi pusat gempa dan beberapa wilayah lain dikuasai oleh Taliban. Situasi ini mempersulit penyaluran bantuan kemanusiaan usai gempa ini.

Wallahu a’lam

Sumber : Moslem For All

Filed in

Pangeran Saudi Ditahan

Kiai Hasyim dan Sultan Brunei Tanggulangi Kabut Asap,