7:43 pm - Selasa November 20, 2018

Kenangan di Hari Sumpah Pemuda 2015

1012 Viewed
Malakabu ,Rabu (28/10/2015) bertepatan dengan peringatan Hari sumpah Pemuda, para pemuda aktivis NU yang di kirim oleh PPM Aswaja dan SARKUB telah resmi membuka Madrasah di salah satu pedalaman di Papua . Pembukaan madrasah oleh Aktivis NU bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan agama Islam di kawasan pedalaman di Papua.
Madrasah yang baru saja di buka, di beri nama “Madrasah Nigeiyah Ibadurrahman ” .Nama madrasah ini adalah kolaborasi  dua bahasa antara bahasa asli suku setempat  dan bahasa Arab
Nama “Nigeiyah” diambil dari bahasa suku setempat yang di berikan oleh tokoh stempat  , Suku Kokoda . ” Nigaiyah  Cahaya artinya. Sedangkan “Ibaadurrohman” sebuah nama yang di berikan oleh Gus Munawir Bogor. Jadi, “Nigeiyah Ibaadurrohman” memiliki arti Cahaya hamba-hamba Dzat Yang Maha Pengasih. Semoga lantaran berdirinya madrasah tersebut warga sekitar dipenuhi cahaya-cahaya. Cahaya dunia dan cahaya akhirat dari Sang Maha Cahaya. Dan akan saling berbagi kasih terhadap sesama dengan cahaya-cahaya itu. Kasih yang bersumber dari Dia yang Maha Pengasih pula. demikian ungkapan koordinator pendirian madrasah di Papua ustad Abdul Wahab.
Acara pembukaan Madrasah di awali dengan pembacaan Qasidah ”  Sholawat oleh para aktivisNU di Papua .Tampak wajah anak-anak calon santri madrasah begitu gembira dan sangat antusias. Mereka dengan semangat mengikuti lantunan sholawat yang disenandungkan oleh grup hadroh Aktifis NU.
Anak-anak yang tak kurang dari 40 itu diberi pesan, wawasan, cerita dan pengertian betapa pentingnya mengaji dari tokoh-tokoh yang hadir.
Abdul Wahab selaku Kordinator aktivis NU Papua yang di kirim oleh SARKUB dan PPM ASWAJA dalam sambutanya menjelaskan tentang betapa pentingnya belajar ilmu agama dan juga  memotivasi anaak” akan pentingnya pendidikan.
 “Bila ingin bahagai di dunia kita  harus punya ilmu. Kalau ingin bahagia di akhirat pun harus punya ilmu. Begitu pula bila ingin bahagia di dunia dan akhirat. Harus punya ilmu.” Kata beliau dengan mengutip sebuah hadits Nabi SAW.
Abdul wahab mewakili PPM  ASWJA dan SARKUB berharap dengan di bukanya Madrasah di kampung malakabu bisa membantu syiar Agama dan bisa membuat  semangat anak”  dalam menuntut ilmu hususnya ilmu agama.
“kami juga mengucapkan trimakasih kepad warga dan kepala kampung   yang sudah sangat mendukung pembkaan Madrasah ini” pungkas Abdu.
Nampak hadir dalam acara ini Bapak Udin simurut selaku kepala kampung Malakabu . Dalam sambutan nya beliau  sangat mengapreasi  dan mendukung kegatan yang di slenggarakan oleh aktifis NU.
” Kami sebagai orang tua atau sebagai ketua kampung mengucapkan ribuan trimakasih sebanyak”nya . kami punya anak di tinggal begitu saja , tidkak tau mengaji tidak tau ilmu sholat , maka kami sangat bertrimakasih dengan di bukanya Madrasah ini”. ucap kepala kampung.
lnjut Bapak Sudin mengatakan , sependapat dengan apa yang disampaikan oleh Abdul Wahab. Oleh karena itu, beliau mengharapkan dan menekankan pada anak-anak agar bisa membagi waktu. Boleh bermain sepulang sekolah, akan tetapi harus pulang dan mandi bila waktu sudah menunjukkan ashar. Lalu pergi ke masjid untuk mengaji.
Begitu pula ustadz Zaenal Arif, kepala sekolah SD Ma’arif , mengimbau kepada anak-anak agar rajin mengaji dan tidak membolos. Selain itu, beliau juga meminta dan mengharap kepada para orang tua untuk mendorong dan mengawal anak-anaknya untuk mengaji.
Seakan menjawab permintaan dan pengharapan Ustadz Zaenal Arif, seorang warga yang diberi kesempatan untuk sambutan, Bapak Hamzah, mengatakan bahwa beliau akan selalu mengingatkan anak-anak bila waktu mengaji hampir tiba. Bahkan, akan memukul anak-anak yang masih bermain bila waktu mengaji sudah tiba, tapi mereka masih tetap bermain.
Karena madrasah ini baru pembukaan,
ketua PC. IPNU-IPPNU Kabupaten Sorong, Ust Muhammad Yahya, mengajak dan memohon kepada warga untuk mendukung semampunya.
 “Siapa tahu akan ada orang terhebat se-Sorong, se-Papua, se-Indonesia, atau se-dunia yang berasal dari Malakabu Kokoda ini.”ujar Ust Yahya
Sedangkan tokoh agama setempat, bapak Imam Abdul Gani, menceritakan bagaimana sulitnya beliau sekolah dan mengaji pada masa lalu. Beliau harus berjalan kaki jauh terlebih dahulu untuk itu.
 “Oleh karena itu, saya berharap agar kalian (anak-anak) memanfaatkan betul madrasah ini. Kalian (anak-anak) tak perlu menempuh jalan kaki yang jauh terlebih dahulu untuk bisa mengaji seperti saya. Saya berharap kalian (anak-anak) bisa lebih pintar dari saya.” Tutur pria yang pernah menjuarai MTQ se-Kabupaten Sorong itu .
Turut hadir dalam acara tersebut adalah Ustd Yahya  (ketua PC IPNU Kabupaten Sorong ), Marfu’ah  ( Sekertaris PC IPPNU  Kabupaen Sorong), Ust Zainal ( Kep Sek SD Al maarf ), Abdul Wahab (Kordinator aktifis NU Papua), Ustad Abdul Ghani Tagate ( Imam Besar Kokoda ),Bpk Udin Simurut ( Kepala Kampung Malabu), Ust Taufiq dan Ust Agus ( Aktifis NU yang di kirim oleh PPM ASWAJA dan SARKUB)
 Acara  di tutup dengan d’oa dan  menyayikan Lagu Indonesia Raya yang di pandu oleh Ustad Abdul Wahab.‎
Berikut dokumentasi peresmian madrasah di papua
11921618_890128091063534_4173109659051826112_n 12189999_890127284396948_7158364311593191543_n 12191727_890127367730273_359759033680363278_n
Sumber : MoslemForAll

Dokter Rp 1000 per Pasien Soedanto

Pesantren Bebas Asap