3:38 pm - Senin September 22, 8380

Media Pesantren Bersinergi

849 Viewed

Beberapa pesantren telah memiliki media, baik cetak maupun elektronik.  Potensi ini hendaknya bisa dioptimalkan untuk semakin mengukuhkan peran pesantren dalam mewarnai media. Media pesantren mesti bersinergi untuk mengisi dakwah di masyarakat.

862a0-img_6189

Pandangan ini disampaikan Ahmad Najib AR di sela-sela kegiatan Training Jurnalistik yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Bayt Al-Hikmah Pasuruan Jawa Timur, Sabtu (17/10). “Bahkan di sejumlah pesantren telah muncul para pegiat media dengan kemampuan jurnalistik yang memadai,” kata Gus Najib, sapaan akrabnya.

Banyaknya lembaga pendidikan di pesantren yang menyediakan tenaga ahli di bidang media juga turut memberikan sumbangsih bagi kemunculan profesional media. “Kemunculan sekolah kejuruan dengan keterampilan media turut membanggakan kita,” tutur Ketua PW LTN NU Jatim ini.

Namun Gus Najib tidak menampik kalau keterampilan di dunia media itu tidak merata. “Masih banyak pesantren yang belum memiliki tenaga terampil di sektor ini,” ungkapnya. Karena itu, yang mendesak untuk terus dipacu adalah menyapa sejumlah pesantren agar memiliki kemampuan yang sama, lanjutnya.

Ikhtiar yang dilakukan PW LTNNU Jatim dengan menyelenggarakan madrasah jurnalistik diharapkan mampu menjembatani kesenjangan tersebut. “Nantinya seluruh pesantren diharapkan bisa memiliki tenaga terampil di dunia jurnalistik,” tandas alumnus pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya ini.

“Pada saatnya, seluruh jaringan media lintas pesantren ini bisa dioptimalkan untuk kepentingan dan kemajuan lembaga setempat,” katanya. Selanjutnya, potensi antarpesantren tersebut dapat disinergikan demi membantu memajukan pesantren di tanah air, khususnya di Jawa Timur.

Baginya, pesantren memiliki kader dan potensi luar biasa. “Kalau kemudian bisa disinergikan, tentu akan mampu mewarnai khazanah di tanah air,” ungkapnya.

Di Pondok Pesantren Bayt Al-Hikmah ini, PW LTN NU Jatim menyelenggarakan madrasah jurnalistik selama dua hari (16-17/10). Narasumber yang dihadirkan antara lain, Afif Amrullah (Aula), Nur Faishal (Duta Masyarakat), Sururi Arumbani (TV9), Haikal Atiq Zamzami (JPIP), serta Faishal (Kompas). Lebih dari 50 santri putra dan putri mengikuti kegiatan ini. (Ibnu Nawawi/Mahbib)

Sumber : NU Online

Filed in

Pembangunan Masyarakat

Kisah “Bagian icip-icip!”