3:37 pm - Senin September 21, 5676

Pembangunan Masyarakat

576 Viewed

Sesungguhnya reformasi yang digerakkan oleh Islam pada awalnya adalah meluruskan manusia dari kesalahpahaman mereka mengenai konsep ibadah. Dalam arti yang lebih khusus, reformasi itu berkaitan dengan penyembahan.

1444679562

Kita ketahui bahwa mulanya kaum quraish mengenal konsep ketuhanan yg bersifat politeisme. Sejarah menyebutkan dimana disekitar ka’bah banyak berdiri Tuhan buatan manusia. Surat An-najm merekam politeisme ini dengan menyatakan
افريتم اللات و العزة و منات الثالثة الاخرى
“Apakah kalian melihat laata dan uzza serta manat sebagai tuhan yg ketiga??”

Islam meluruskan itu dengan ringkas dalam dua kalimat yaitu
اشهد ان لا اله الا الله و اشهد ان محمدا رسول الله
“Aku bersaksi tidak ada Tuhan selain Allah dan Aku bersaksi Muhammad Rasulullah”

Sejak itu manusia dilarang menyembah apapun selain Allah. Islam meluruskan manusia bahwa hanya Allah lah yang berhak disembah.

Dalam Islam, kondisi terdekat manusia dengan Tuhannya adalah disaat menyembah. Islam membimbing manusia mengetahui tata cara yang sah bagaimana seharusnya manusia menyembah Tuhannya. Bimbingan itu dalam bentuk riilnya adalah shalat.

Dalam sehari, seorang muslim diwajibkan bershalat lima waktu dalam sehari. Kewajiban ini bersifat final dan kesemuanya berdasar petunjuk Tuhan. Alquran menyatakan
ان الصلاة كانت على المؤمنين كتابا موقوتا
“Sesungguhnya sholat itu kewajiban yg sudah ditentukan pada orang-orang mukmin”

Ketentuan ini baik berupa bilangannya, waktunya maupun rakaatnya. Sedemikian penting makna shalat sehingga Alquran maupun hadits bnyak membahasnya.

Satu hadits menyatakan bahwa sesungguhnya awal sekali amal ibadah manusia yang ditimbang di hari akhir adalah shalat, jikalau baik shalatnya maka baik pula semua amaliyah lainnya, juga sebaliknya.

Ketika hijrah, Rasulullah pertamakalinya membangun masjid. Ini bukan sebuah kebetulan. Tentu saja ini bagian dari strategi Rasul dan petunjuk Allah. Umat islam perlu wadah dalam menjalankan shalatnya. Rasulullah bahkan mensangatkan arti penting jama’ah shalat. Makanya masjidlah yang beliau dirikan pertamakalinya sebelum benar-benar sampai di kota Madinah. Sabda Rasul, “Siapa yg mendirikan shalat maka dia mendirikan agama, dan siapa yg meninggalkan sholat maka dia meruntuhkan agama”.

Dengan demikian maka keberadaan masjid menjadi vital bagi Islam, sekligus umatnya.
kaidah fiqh menyatakan
ما لا يتم الواجب الا به فهو واجب
“Kewajiban tidak sempurna manakala tanpa ada sesuatu yang mengirinya, maka sesuatu yang mengiringinya berstatus wajib pula”.

Ketika kesempurnaan shalat tidak tercapai tanpa adanya masjid, maka status masjid itu menjadi wajib pula.

Alquran bicara bahwa shalat dapat menghindarkan dari fakhsa’ dan mungkar. Sedangkan masjid adalah seutama-utamanya tempat yang bisa menghindarkan dua hal tersebut, maka kedudukannya menjadi harus.

Momentum hijrah kiranya perlu dicermati kembali. Ia bukan sekedar pindah dari satu tempat ke tempat lain. Hijrah lebih dari itu, ia adalah titik tolak merubah manusia, dan awal mula yang digarap Rasulullah adalah membangun sarananya yaitu masjid.

Selamat tahun baru hijriah.

Ditulis oleh : Muhammad Yahya, S.Ag (Alumnus Pondok Pesantren Krapyak, Yogyakarta)

Masjid Unnes pun Menguat

“High Speed Train”