9:41 pm - Selasa November 20, 2018

Pohon Unik, Pohon Soekarno

844 Viewed
Profesor Korner ketika ditanya “apakah informasi yang dikabarkan Nabi Muhammad Saw. 1400 tahun yang lalu bahwa sekali lagi dataran Arab itu akan menjadi daerah yang subur dipenuhi kebun-kebun dan sungai-sungai benar-benar akan terjadi?” Ia menjawab tegas: ”Ya!”
82708
Profesor Alfred Kroner adalah seorang ahli geologi terkemuka dunia, dari Department Ilmu Bumi, Institut Geosciences, Johannes Gutenburg University, Mainz, Germany, berdasarkan penelitiannnya dia mengatakan bahwa Era Salju Baru (New Snow Age) saat ini telah dimulai, sekarang salju di kutub Utara sedang merangkak/bergeser perlahan-lahan ke arah Semenanjung Arab, pada saat itu iklim dataran Arab berubah dan menjadi salah satu daerah yang paling subur dan hijau di muka bumi. Ini merupakan fakta sains yang tidak bisa dibantah.
Padang Arafah, Arab Saudi, luasnya sekitar 5,5 x 3,5 km, yang dikelilingi bukit-bukit. Salah satunya adalah Jabal Rahmah, yaitu bukit yang diyakini sebagai tempat bertemunya Nabi Adam dan Siti Hawa setelah dipisahkan kembali selama 300 tahun dari surga.
Di tengah teriknya sinar mentari yang menyengat dan padang pasir yang luas terdapat  Jamaah haji suka berlindung di pohon Soekarno untuk menghindari sinar matahari yang panas. Dinamakan pohon Soekarno karena sebagai penghargaan bangsa Arab kepada Presiden Republik Indonesia yang pertama itu. Soekarno lah yang menggagas penghijauan di Padang Arafah. Soekarno pula yang memilihkan jenis tanaman, hingga menyiapkan sebuah tim penghijauan di Arafah. Gagasan Soekarno berhasil. Padang tandus dengan permukaan batu cadas nan gersang, berhasil dihijaukan.
Raja Fahd, ketika itu sangat berterimakasih dan mengabadikan nama “pohon soekarno” untuk pohon-pohon yang sekarang menghijaukan areal di Arafah tersebut. Di Indonesia, jenis pohon yang ditanam di Arafah itu dinamakan pohon mimba. Selain daunnya berkhasiat untuk mengobati diare, pohon ini juga sangat tahan hidup di daerah tandus, bahkan dalam suhu udara yang panasnya ekstrem. Ada yang menyebut nama pohon soekarno itu berjenis mindi. Maklum, pohon mindi dan mimba memang berasal dari rumpun yang sejenis.
Dulu ada 2 gagasan besar Presiden Soekarno di Arab Saudi waktu itu; yaitu penanaman pohon di Arafah dan pembuatan 3 jalur tempat sa’i. Gagasan itu pun direspons Pemerintah Kerajaan Arab Saudi. Karenanya, kini tempat sa’i antara Bukit Safa dan Marwa terbagi menjadi 3 jalur. Jalur pertama adalah dari Bukit Safa ke Bukit Marwa. Jalur kedua adalah dari Bukit Marwa ke bukit Safa. Jalur ketiga berada di tengah-tengah antara jalur pertama dan kedua yang diperuntukkan bagi orang-orang yang sudah udzur atau cacat fisik dengan menggunakan kursi roda.
Pada musim haji, di bawah pohon-pohon Soekarno itulah dipasang tenda-tenda untuk penginapan sementara para jamaah. Tenda-tenda itu dipersiapkan menjelang acara wukuf yang dimulai pada 9 Dzulhijjah setelah shalat Dzuhur. Puncak acara wukuf dipusatkan di Masjid Namirah yang terletak tepat di tengah-tengah Padang Arafah.

Sumber : MMN
Filed in

7 Tanda Kiamat

Santri Melek Teknologi