3:37 pm - Kamis September 21, 4243

Harapan Ulama Palestina Tentang Indonesia

1518 Viewed

“Sesungguhnya Allah memilih untuk memberikan kejayaan agamanya ini kepada siapa saja yang dipilihNya diantara hamba-hambaNya. Dia genapkan untuk mereka syarat-syaratnya, lalu Dia muliakan mereka dengan agama dan kejayaan itu. Pada kurun awal, Allah memilih Bangsa Arab. Dipimpin Rasulullah, Khulafaur Rasyidin, dan beberapa penguasa Daulah Umawiyah, agama ini jaya. Lalu ketika para penguasa Daulah itu beserta para punggawanya menyimpang, Allah pun mencabut amanah penjayaan itu dari mereka.

Di masa berikutnya, Allah memilih Bangsa Persia. Dari arah Khurasan mereka datang menyokong Daulah Abbasiyah. Maka penyangga utama Daulah ini, dari Perdana Menterinya, keluarga Al Baramikah, hingga panglima, bahkan banyak ulama dan cendikiawannya Allah bangkitkan dari kalangan orang Persia. Lalu ketika Bangsa Persia berpaling dan menyimpang, Allah cabut amanah itu dari mereka. Allah berikan kepada orang-orang Kurdi, puncaknya Shalahuddin al-Ayyubi dan anak-anaknya.

11221837_918116964909794_7470403461863298092_n-309ycd53glexyx2va07f2i

Ketika mereka juga berpaling, Allah alihkan amanah itu kepada bekas-bekas budak dari Asia Tengah yang disultankan di Mesir; Quthuz, Baybars, Qalawun diantaranya. Mereka, orang-orang Mamluk. Ketika para Mamalik ini berpaling, Allah pula yang memindahkan amanah itu kepada Bangsa Turki, Utsman Orthughrul dan anak turunnya, serta khususnya Muhammad al-Fatih.

Ketika Daulah ‘Aliyah Utsmaniyah ini berpaling juga, Allah cabut amanah itu dan rasa-rasanya, hingga hari ini, Allah belum menunjuk bangsa lain lagi untuk memimpin kejayaan Islam ini.

Sungguh diantara bangsa-bangsa besar yang menerima Islam, bangsa kalianlah (bagsa Indonesia) yang agak pendek, berkulit kecoklatan, lagi berhidung pesek, yang belum pernah ditunjuk Allah untuk memimpin pendzahiran agamanya ini. Dan bukankah Rasulullah bersabda bahwa pembawa kejayaan akhir zaman akan datang dari arah Timur dengan bendera-bendera hitam mereka? Dulu para ulama mengira itu Khurasan, dan Daulah Abbasiyah sudah menggunakan pemaknaan itu dalam kampanye mereka untuk menggulingkan Daulah Umawiyah.

Tapi kini kita tahu, dunia Islam ini membentang dari Maghrib, dari Maroko sampai Merauke (Indonesia). Maka sungguh aku berharap, yang dimaksud oleh Rasulullah itu adalah kalian, wahai Bangsa Muslim Nusantara (Indonesia). Hari ini, tugas kalian adalah menggenapi syarat-syarat agar layak ditunjuk Allah memimpin peradaban Islam. Ah, aku sudah melihat tanda-tandanya. Tapi barangkali kami, para pejuang Palestina masih harus bersabar sejenak berjuang di garis depan. Bersabar menanti kalian layak memimpin. Bersabar menanti kalian datang. Bersabar hingga kita bersama shalat di Masjidil Aqsha yang merdeka insya Allah”,

– Asy-Syaikh DR. Abu Bakr al-‘Awawidah, Wakil Ketua Rabithah Ulama Palestina, yang mengalami kebutaan akibat kekejaman zionis israel.

Wallahu a’lam bis showab

Sumber : Moslem For ALl

Pertama, Seorang Muslimah Jadi Menteri

Jangan Memperkeruh Keadaan (Paris)