3:11 am - Jumat November 16, 2018

Pemberdayaan Lewat Olimpiade Sains Kedokteran

827 Viewed

Tahun ini, mahasiswa penerima beasiswa santri Kementerian Agama RI di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang tergabung dalam organisasi CSSMoRA (Community of Santri Scholars Ministry of Religious Affairs) UIN Jakarta kembali mengadakan kompetisi CHEMO (CSSMoRA Health and Medical Olympiad) untuk keempat kalinya.

1447139692

Acara yang bertajuk “Generasi Cerdas dan Islami untuk Membangun Kesehatan Negeri” ini merupakan kompetisi olimpiade bidang MIPA, biologi kedokteran dan ilmu kesehatan untuk siswa madrasah dan pesantren. Pada tahun ini, CHEMO ke-4 diselenggarakan pada tingkat Jabodetabek. Wilayah regional yang dilaksanakan selama penyisihan lalu bertempat di Bogor, Tangerang, Bekasi, serta Jakarta.

Selanjutnya tim yang berhasil lolos dengan mencapai nilai tertinggi pengerjaan soal diundang di UIN Jakarta sebagai kontestan semifinal. Tercatat 22 tim yang mengikuti babak penyisihan di tiap regional.

Hari Sabtu (7/11) lalu bertempat di Auditorium Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Jakarta, terdapat 15 tim finalis yang merupakan perwakilan dari tiap regional dengan nilai tertinggi. Ketua pelaksana CHEMO ke-4, Widya Prayoga menyebutkan, bahwa kompetisi CHEMO ini bertujuan untuk meningkatkan peluang santri dan siswa madrasah untuk berprestasi serta memberdayakan pengetahuan sains dan kedokteran di pesantren juga madrasah.

“Kita ingin memotivasi santri-santri untuk lebih bersemangat dalam mempelajari sains juga ilmu kesehatan,” ujar Widya. Selain itu, lanjutnya, dalam kompetisi ini kami juga membekali para peserta dengan pelatihan Bantuan Hidup Dasar yang akan sangat berguna buat mereka dan orang di sekitarnya.

Babak semifinal yang dilaksanakan ini terbagi menjadi babak presentasi kasus dan praktikum biologi terapan. Melalui ini babaki peserta diperkenalkan untuk mengenal lebih jauh tentang ilmu biologi secara praksis dan analitis, sehingga turut menantang siswa dan santri untuk lebih aktif menggeluti sains. Dari babak semifinal ini terjaring tiga finalis yakni dari MAN 4 Jakarta, dan 2 tim dari MA Kafila Jakarta.

Selanjutnya, dalam babak final dilakukan sistem soal cepat tepat. Para peserta diberikan soal-soal dan harus saling bersaing untuk mencapai poin tertinggi di antara ketiga finalis tersebut. MAN 4 Jakarta akhirnya mampu meraih poin tertinggi dan mendapat piala bergilir Rektor UIN serta sejumlah hadiah.

Sumber : NU Online

NU Pernah Haramkan Donor Darah ?

Ajang Kompetisi, Dorong Prestasi