3:11 am - Jumat November 16, 2018

Tata Cara Ziarah Kubur

1198 Viewed

Nabi Muhammad SAW mengajarkan kepada umatnya tentang tata cara ziarah kubur. Salah satu buktinya, ketika di depan Siib, lokasi dekat makam Uhud, Nabi mengucapkan, assalamualaikum bima shabartum fanikma uqbaddar.

kuburan

Ucapan tersebut, menurut Mustasyar PBNU KH Sya’roni Ahmadi, menunjukkan bahwa arwah yang berada di alam kubur itu mendengarkan apa yang disampaikan zairin (peziarah).

Sehingga sebagaimana tuntunan Islam, terang Kiai Sya’roni kepada yang telah mendahului agar senantiasa didoakan dengan bacaan Alquran serta dzikir. Alhasil orang yang sudah meninggal lanjutnya sangat mengharapkan kiriman doa dari orang yang masih hidup.

“Sehingga orang-orang menyebut tradisi ini dengan kintun donga (kirim doa, red),” tambah kiai asal Kudus saat menyampaikan mauidloh dalam Haul ke-2 KH Muchlisul Hadi di maqbarah Sekar Petak Margoyoso Kalinyamatan Jepara, Sabtu (21/11) sore.

Pernyataan yang diuraikan kiai kharismatik asal Kudus itu sejalan dengan hadits amal yang bisa dilakukan orang yang masih hidup kepada yang sudah meninggal yakni mendoakan dan memintakan ampunan.

Mendoakan orang yang sudah meninggal terhitung sebagai pahala. Dalam hal itu dua imam besar beda pendapat. Jika Imam Hanbali yang memperoleh ganjaran si mayit tetapi yang mendoakan akan mendapatkan pahala sebagaimana yang diperoleh mayit.

“Menurut Imam Syafii yang memperoleh ganjaran yang mendoakan tetapi yang didoakan juga memperoleh pahala sebagaimana yang mendoakan,” urai Kiai Sya’roni.

Dalam kesempatan tahlil umum itu Kiai Sya’roni kepada hadirin juga menerangkan perihal hal Haul. Haul masih menurutnya merupakan bagian dari sunnah rasul. Sunnah rasul ungkapnya mencakup tiga aspek aqwalunnabi (ucapan nabi), af’alun nabi (perbuatan nabi) dan taqriratun nabi (ketetapan nabi).

Konteks ini, haul merupakan af’alun nabi (perbuatan nabi). Sebab rutinitas tahunan itu dikerjakan oleh Nabi sendiri. Nabi seru kiai menyempatkan diri untuk menziarahi para sahabat yang turut serta dalam perang Uhud berjumlah 70 termasuk kepada sahabat Hamzah.

Meski untuk menuju ke makam ditempuh Nabi sekira 6 km dengan onta, namun beliau setiap tahun selalu menyempatkan waktu untuk berziarah.

“Dengan ziarah, haul berarti kita telah ikut Rasul. Apa yang kita lakukan ini tidak tanpa dalil tetapi ada dasar dan tata caranya juga,” tegasnya.

KH Muchlisul Hadi ialah pendiri pesantren Roudlotul Huda Margoyoso Kalinyamatan Jepara. Semasa hidupnya kiai yang murah senyum itu dipercaya menjadi Rais Syuriah MWCNU Kalinyamatan.

Wallahu a’lam

Sumber :  NU Online

Filed in

Ulama Lebanon Akan Berkunjung ke Indonesia

Beri Nama Setelah Tujuh Hari