10:33 am - Minggu September 23, 2018

Syirik Itu Software, Bukan Hardware

1068 Viewed

Emha Ainun Najib mengatakan, syirik adalah software, bukan hardware. Jadi ia tidak bisa dilihat dari luar, karena adanya di dalam.

tumblr_mpuc6zdxOT1szbqm8o1_r1_500

Pria yang akrab disapa Cak Nun ini mengatakan hal itu dalam menanggapi peristiwa perusakan makam cucu Sultan Hamengku Buwono VI, Ki Ageng Prawiro Purbo, yang terjadi hampir dua pekan kemarin, di Jl. Kusuma Negara, Yogyakarta.

Aksi perusakan makam yang sempat mengusik Yogyakarta sebagai Kota Berhati Nyaman tersebut membuat Cak Nun untuk turut serta meluruskan pemahaman masyarakat mengenai apa sebenarnya yang dinamakan syirik.

“Jadi meskipun orangnya sedang umrah di depan Ka’bah, namun jika niatnya salah, itu juga bisa dikatakan syirik,” ujar Cak Nun di sela-sela mengisi acara Syukuran Ulang Tahun ke-68 SKH Kedaulatan Rakyat, Jum’at (27/09) malam, di Halaman Kedaulatan Rakyat, Jl. Solo, Yogyakarta.

Cak Nun pun mengatakan bahwa yang dinamakan syirik adalah ketika menduakan Tuhan, tidak ada hubungannya dengan roh maupun benda. Jika memang di makam Ki Ageng Prawiro Purbo tersebut terdapat pemusyrikan, lanjutnya, maka seharusnya yang dirusak bukanlah makamnya, tapi orangnya.

Kemudian, sosok yang sekaligus suami Novia Kolopaking tersebut mengibaratkan peristiwa mencium Hajar Aswad pada saat ritual Haji dilaksanakan.

“Itu merupakan salah satu cara mencintai Allah. Yang syirik bukan mencium Hajar Aswadnya, tapi pada niatnya, karena itu ajaran dari Nabi. Jadi syirik tidak terletak pada peristiwa maupun benda,” paparnya.

“Hal seperti itu – perusakan makam – bisa terjadi karena kesalahan berfikir, dan hanya ingin mengadu domba umat Islam,” tandas Cak Nun.

Wallahu a’lam

Sumber : NU Online

Filed in

Buku Revolusioner Terimakasih Sukorejo Dan Wali Songo

Sejarah Madrasah Tertua di Kudus