10:06 pm - Senin April 24, 2017

Shalawatan Bukan Tradisi Milik NU Semata

550 Viewed
Selama ini sebagian kalangan menganggap bahwa membaca shalawat atau shalawatan merupakan tradisi ‘milik NU’, padahal sebenarnya shalawatan bukan hanya milik NU saja, melainkan milik seluruh umat Islam.
“Baca shalawat rame-rame seolah-olah itu milik NU, padahal sebenarnya semua umat Islam dituntut untuk bershalawat,” kata Ketua PCNU Subang KH Musyfiq Amrullah saat memberi sambutan dalam kegiatan Subang Bershalawat bersama Habib Syekh bin Abdul Qodir Asegaf di Alun-alun Kabupaten Subang, Jawa Barat. Senin (16/5) malam.
Malam ini, tambah Kiai Musyfiq, masyarakat Subang membuktikan bahwa ternyata membaca shalawat itu bukan hanya ada di kalangan nahdliyin saja, tapi umat Islam secara keseluruhan.
Di depan ribuan jamaah yang memenuhi alun-alun Kabupaten Subang, Kiai Musyfiq mengatakan bahwa para pecinta shalawat di Subang ternyata cukup banyak jumlahnya.
“Kita tahu bahwa di alun-alun ini sering diadakan konser musik, alhamdulillah kegiatan Subang Bershalawat tidak kalah dengan konser musik yang lain, mudah-mudahan dengan kedatangan Habib Syekh ini membuat masyarakat Subang semakin mencintai Rasulullah,” tandas Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Subang ini.
Selain itu, kata Kiai Musyfiq, keinginan masyarakat Subang untuk bershalawat bersama Habib Syekh ini sebenarnya sudah direncanakan sejak tahun 2014 yang lalu, namun karena jadwal Habib Syekh dan Pemkab Subang selalu berbenturan akhirnya baru terlaksana tahun ini.
Kegiatan yang terselenggara atas kerjasama Pemkab Subang, Ahbabul Mustofa dan Syekher Mania ini, dihadiri oleh jajaran pejabat Muspida Subang, ulama dan ribuan umat Islam wilayah Subang dan sekitarnya.(Aiz Luthfi/Zunus)
 Sumber : Nu Online

Istigfar Yang Menghantarkan Imam Ahmad Bin Hambal Sampai Di Bashrah

Sumber Hukum Amalan Malam Nishfu Sya’ban