4:23 am - Minggu Mei 28, 2017

Dari Jutaan Nyawa untuk Kata Merdeka

769 Viewed

Warna-warni kemerdekaan kembali terasa
Di jalan-jalan, sudut-sudut kota
Hingga perkampungan kumuh pun terasa
Semua menyuguhkan sentuhan proklamasi

Anak-anak usia sekolah juga ambil bagian
Dibawah sengatan panas matahari mereka kompak
Melangkahkan kaki sejauh kilomiter bentukan panitia
Dibawah bayang-bayang keluguan mereka
Tersembunyi kalimat “kapan kita sampai garis finish?”

Kalimat itu semakin sering muncul dibenak mereka
Kala orang tuanya yang memonitor sambil menikmati es jus
Ditemani snack penggugah rasa dari atas motor mereka
“Enak jadi orang tua ya, gak usa jadi peserta gerak jalan” gerak hatinya tak menentu
Kalimat itu tergambar jelas dari raut mukanya

Banyak orang tua tak tau memetik arti sebuah kemerdekaan
Yang sebelumnya wanita-wanita muda kehilangan masa depannya
Ratusan tahun menjadi budak di rumah sendiri
Hingga telah merenggut ribuan atau bahkan jutaan nyawa
Dari hasil agresi meliter Belanda, Jepang dan Sekutu
Demi sebuah kata “Merdeka”

Kemerdekaan bukanlah produk pemerintah
atau pemberian instan dari jepang
kata merdeka hanyalah kata
yang memerlukan ratusan tahun lamanya
Hanya untuk kata “Merdeka”, berdaulat dan berdiri diatas kaki sendiri

NU-Muhammadiyah Sepakat Kurban Bersama

Sinergi Ulama-Umara Tentukan Keberhasilan Pendidikan Agama