Isi Pidato Paus tidak Jauh Beda dengan Isi Pidato Seorang Kiai

0
24

Paus Fransiskus bertemu dengan 200.000 orang pada Sabtu, 18 Mei 2013. Paus bercerita tentang kesedihannya jika mendengar ada orang mati karena kelaparan.

Paus cemas, gereja terlalu tertutup, sibuk dengan dirinya, namun lupa melihat keluar. “Jika kita melangkah keluar diri kita,  akan bertemu kemiskinan,” kata Paus di Basilika Santo Petrus, Vatikan.

“Hari ini, dan membuat saya bersedih mengatakannya, menemukan seorang tunawisma yang mati karena kedinginan, bukanlah berita,” kata Paus. “Hari ini, berita adalah soal skandal, bukan soal banyak anak-anak yang tak punya makanan, bukanlah berita,” kata Paus.

Jemaat yang kebanyakan sudah terlibat di kegiatan amal berulang kali menginterupsi kutbah itu dengan pujian. “Kita tidak boleh jadi penganut Kristen yang kaku, yang sopannya, bicara agama sambil minum teh. Kita harus menjadi penganut Kristen yang berani dan keluar membantu mereka yang butuh pertolongan,” kata Paus yang hanya hidup dengan satu paru-paru itu.

Paus, yang sebelumnya Kardinal Jorge Bergoglio dari Buenos Aires, menyatakan, krisis ekonomi saat ini adalah sebenarnya krisis nilai. “Jika investasi di bank hilang, itu adalah tragedi dan orang berkata, ‘apa yang akan kami lakukan?’ namun jika orang meninggal karena kelaparan, tak ada yang bisa dimakan atau menderita karena kesehatan yang buruk, itu bukan apa-apa. Itulah krisis kita hari ini. Sebuah gereja si miskin dan untuk orang miskin harus memerangi mentalitas ini,” kata Paus seperti dilansir Reuters.

Sebelum misa ini, Paus terlebih dulu bertemu Kanselir Jerman Angela Merkel membahas krisis Eropa. Kamis sebelumnya, Paus menyerukan reformasi keuangan dunia dengan menyatakan krisis ekonomi global semakin membuat kehidupan memburuk bagi negara-negara kaya dan miskin. (viva.co.id)