3:25 am - Rabu November 25, 2020

Kesadaran yang Menggetarkan Dunia

2154 Viewed
Diskon 50% Website Dayah & Sekolah

 

Bagi seorang pemimpin harus bisa menanamkan rasa kesadaran diri untuk mempersiapkan dalam menjawab tantangan zaman masa depan yang terus berkembang tak terkendali bersama ambisi manusia. Dengan lima kesadaran itu, perdamaian dan kesejahteraan suatu bangsa akan lebih terjamin. Di antara kesadaran yang harus di tanamkan dalam pribadi seseorang ialah:

Pertama, Kesadaran Beragama.

Kesadaran ini harus dikembangkan pertama kali sebagai pertahanan ideologi dan kayakinan dalam beragama, karena seiring dengan waktu banyak pemurtadan besar-besaran yang terselubung dengan bantuan ekonomi, westernisasi dan akulturasi budaya dan bentuk lain yang menjauhkan umat islam dari nilai luhur ahlak umat islam pada umumnya. Ketika perkembangan suatu bangsa tidak diimbangi dengan kesadaran beragama dipastikan berbagai ketimpangan akan muncul seperti yang kini terjadi disekitar kita.

Kedua, Kesadaran Berilmu

Setelah manusia memiliki keyakinan beragama yang didalamnya mengajarkan tauhid. Kesadaran kedua, manusia harus memiliki berbagai disiplin ilmu untuk mengembangkan potensi intelektual dan mengejar impian dalam pribadi manusia agar tidak terlindas oleh modernisasi seperti teknologi yang bertambah canggih serta persaingan dalam tatanan berbangsa dan bernegara. Tidak hanya itu, al-Qur’an bahkan memposisikan manusia yang memiliki pengetahuan pada derajat yang tinggi. al-Qur’an surat al-Mujadalah ayat 11:

…Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat (QS. Mujadalah ayat 11

Sekarang yang dikembangkan justru sebaliknya, kebanyakan diantara kita lebih memilih ilmu untuk mengejar impian yang sebenarnya telah ditumpangi nafsu dan birahi sehingga dengan ilmunya itu mengantarkan mereka pada pada tahanan atau bahkan pemurtadhan. Mereka lupa akan ayat diatas bahwa orang yang dianggkat derajatnya adalah orang yang beriman yang berilmu bukan orang yang memiliki ilmu semata.

Manusia memiliki potensi untuk mengetahui, memahami apa yang ada di alam semesta ini. Serta mampu mengkorelasikan antara fenomena yang satu dan fenomena yang lain. Karena hanya manusia yang disamping diberi kelebihan indera, manusia juga diberi kelebihan akal. Dengan inderanya dia mampu memahami apa yang tampak dan dengan hatinya dia mampu memahami apa yang kelihatan nisbi. Karenanya, semua itu mengantarkan manusia berpotensi untuk memanfaatkan alam yang telah ditundukkan Tuhan. Manusia diciptakan sebagai kholifah dibumi dan mengelola bumi dengan sebaik-baiknya semuanya berdasarkan gerak hati dan ilmu yang mereka kembangkan.

Ketiga, Kesadaran Berorganisasi

Kesadaran berorganisasi ialah sebagai wahana kegiatan dan perjuangan yang dapat mengantarkan kepada tujuan yang telah disepakati bersama. Untuk menggapai sebuah tujuan baik perubahan nilai positif maupun kesejahteraan negara dan agama tidak cukup dilakukan diri sendiri. Sebagimana telah dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad SAW. ketika mau membangun sebuah negara Makkah pada waktu itu beliau terlebih dahulu mengorganisir sahabat-sahabat yang mempunyai potensi serta menenmpatkannya pada bidang keahlian yang dimiliki sahabatnya.

Keempat, Kesadaran Bermasyarakat      

Semua umat manusia bagai mana kesadaran dalam bermasyarakat tumbuh dalam hatinya, peduli terhadap keadaan masyarakat sekitar serta bergerak memberi andil besar terhadap lingkungannya. Menjalin hubungan baik dengan mereka tanpa harus memandang lini masyrakat tertentu, latar belakang dan etnis berbeda. Karena islam mengajarkan bahwa semua manusia dimata Allah SWT itu sama hanya yang membedakan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT semata. Tugas kita sebatas menghormati dan  membantu yang dibutuhkan mereka selebeihnya milik Allah SWT sehingga kalau kesadaran itu ditanamkan dalam diri setiap manusia tidak akan ada lagi pertikaian yang dilatarbelakangi keyakinan tertentu.

Kelima, Kesadaran Berbangsa dan ber Negara

Indonesia memang kaya akan budaya, bahasa, etnis, ras dan agama yang hidup diatas bumi Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Begitu pula dengan pesantren dan lembaga pendidikan yang selalu memberi corak dominan bagi perkembanagan negara Indonesia lebih-lebih ketika perang kemerdekaan yang bersama-sama rakyat mengangkat senjata untuk mengusir penjajah. Kesadaran dalam berbangsa dan bernegara seharusnya terus dipupuk agar peduli terhadap perkembanagan negara ini.

gambar: deinvitori.blogspot

Diskon 50% Website Dayah & Sekolah
Don't miss the stories followCyber Dakwah and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

Lisan Seseoarang Cermin Kualitas Keimanannya

Berjilbab; Mengikuti Syar’i atau Mengikuti Trendy?

Related posts