11:11 am - Selasa September 22, 2020

Al-Qur’an dan Kecerdasan Otak Manusia

10527 Viewed
Diskon 50% Website Dayah & Sekolah

Air dapat merespon lingkungan sekitarnya, pernahkah anda mendengar tentang hal tersebut? Penelitian mengenai air telah dilakukan oleh Dr. Masaru Emoto dan Kazuya Ishibashi beberapa tahun lalu. Penelitian tersebut dilakukan dengan mengambil foto kristal air menggunakan respon kata-kata, gambar, serta suara.Foto kristal air ini didapat dengan cara membekukan air pada suhu – 25 derajat celcius dan difoto dengan camera berkecepatan tinggi. Hasilnya air ternyata mampu merespon kata-kata, gambar serta musik baik secara positif ataupun negatif.

Air mengenali kata tidak hanya sebagai sebuah desain sederhana, tetapi air dapat memahami makna kata tersebut. Ketika air menyadari bahwa kata yang diterima membawa informasi yang baik maka air akan membentuk kristal yang sangat indah (seperti bunga merekah). Sebaliknya, jika kata-kata negatif yang diterima akan menghasilkan pecahan kristal dengan ukuran yang tidak seimbang.

Ada sebuah kisah lain mengenai air dan indahnya bacaan Al-Qur’an. Suatu hari seorang ustadz dan peziarah mengunjungi sebuah seminar mengenai air yang  diadakan oleh Dr. Masaru Emoto di sebuah hotel bintang lima. Peserta seminar itu kebanyakan non muslim. Pada sesi pertama diperlihatkan gambar sampel-sampel air dari berbagai sumber air. Kemudian terdapat sebuah foto dengan bentuk molekul yang sangat cantik. Foto tersebut ternyata diambil dari air zam-zam.

zam3

Pada suatu sesi hadirin yang ada diminta untuk membacakan sesuatu ke dalam air mineral masing-masing, dan salah seorang diminta untuk menguji sendiri bentuk molekul air yang telah diberi bacaan tersebut. Pada layar monitor tampak molekul-molekul air tersebut membentuk rupa seolah-olah engkong Cina yang memiliki janggut panjang dengan perut yang buncit. Ketika giliran Ustadz, air tersebut dibacakan surat Al-fatihah, Salawat dan Ayat Kursi. Maka nampaklah bentuk molekul air seperti berlian, bersinar dan berkilau-kilau. Sangat cantik.

Hasil penelitian ini kembali membuka pikiran kita mengenai kebenaranayat dalam Al-Qur’an.“Dan kami ciptakan dari air segala sesuatu yang hidup…” (Q.S Al Anbiya (21) :30). Al-Quran merupakan doa dan untaian kata-kata terindah yang pernah semesta terima. Dapat dilihat dari foto kristal air di atas, pola yang sangat indah terbentuk setelah air diberi doa atau dibacakan Al-Qur’an.

Apa hubungan penelitian tersebut dengan kecerdasan otak manusia?

Otak merupakan pusat sistem syaraf manusia yang memiliki volume sekitar 1.350cc dan terdiri atas 100 juta selsyaraf atau neuron. Setiap sel syaraf tersebut terdiri atas berjuta-juta sel kecil yang mengandung elemen utama yang disebut protoplasma. Protoplasma tersebut mengandung air sekitar 75%-80%.Membaca Al-Qur’an merupakan kegiatan terbaik yang akan memerikan informasi positif pada air yang ada dalam protoplasma dalam otak kita. Otak merupakan pusat dari semua kendali emosi seseorang. Bentuk molekul air yang baik (seimbang) akan berpengaruh baik untuk keadaan psikologi/emosi seseorang sehingga akan meningkatkankekebalan tubuh terhadap penyakitdanproduktifitas kerja otak.

Penelitian lain mengenai kehebatan bacaan Al-Qur’andilakukan oleh Dr. Al Qadhi di Klinik Besar Florida, Amerika Serikat.  Beliau melakukan penelitian melalui deteksi tekanan darah, detak jantung, ketahanan otot, dan ketahanan kulit pada seseorang yang telah mendengarkan bacaan Al-Qur’an. Dari hasil uji coba bacaan Al-Qur’an berpengaruh hingga 97% terhadap ketenangan jiwa dan penyembuhan penyakit.

Penelitian tersebut diperkuat oleh Muhammad Salim yang kemudian dipublikasikan oleh Universitas Boston. Objek penelitiannya terhadap 5 orang sukarelawan yang terdiri dari 3 pria dan 2 wanita. Kelima orang tersebut sama sekali tidak mengerti bahasa Arab.Penelitian ini terbagi menjadi dua sesi, yakni membacakan Al-Qur’an dengan tartil dan membacakan bahasa Arab yang bukan dari Al-Qur’an. Kesimpulannya, mereka mendapatkan ketenangan sampai 65% ketika mendengarkan bacaan Al-Qur’an dan mendapatkan ketenangan hanya 35% ketika mendengarkan bahasa Arab yang bukan dari Al-Qur’an.

Penelitian yang sama juga membuktikan bahwa  membaca Al-Qur’an selepas sholat maghrib dan subuh mampu meningkatkan kecerdasan otak hingga 80 %. Hal ini disebabkan pada kedua waktu tersebut otak masih dalam keadaan fresh karena ada pergantian waktu dari terang ke gelap dan dari gelap ke terang.

Dari uraian pemelitian tersebut terdapat korelasi antara hasil penelitian Dr. Masaru Emoto tentang air dan beberapa penelitian mengenai kehebatan bacaan Al-Qur’an. Al-Qur’an merupakan bacaan terbaik yang mengandung pesan positif yangakan merubah bentuk molekul air dalam tubuh maupun otak menjadi bentuk yang sangat indah (seimbang). Hal tersebut memberikan pengaruh baik dalam hal psikologi maupun fisiologi bagi yang membaca maupun yang mendengarkannya (karena otak merupakan pusat syaraf dan emosi yang terdiri dari 75% air).Sehingga otak dapat melakukan kerja secara maksimal dan akan berpengaruh pada peningkatan kecerdasan seseorang.

“Dan apabila dibacakan Al-Qur’an, simaklah dengan baik dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat” (Q.S.Al-A’raf: 204)

 

Telah banyak penelitian dilakukan oleh para pakar di seluruh penjuru dunia yang memberikan bukti-bukti kebenaran isi ayat dalam Al-Qur’an. Penelitian yang telah dipaparkan di atas hanya sebagian kecil dari banyak penelitian lain yang berujung pada ayat-ayat Allah. So, yuk sama-sama memperbanyak membaca dan mendalami isi surat cinta Allah ini. Jadikan diri sebagai pribadi yang beriman lagi berilmu demi terciptanya generasi muda muslim Indonesia yang berguna bagi agama dan bangsa.

(Ratih Tryas Prodoningrum, IT Telkom, Bandung)

By: lailaberbagicerita.wordpress

Diskon 50% Website Dayah & Sekolah
Don't miss the stories followCyber Dakwah and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

Puasa dan Hari Raya, Mengapa harus Bingung???

Mewujudkan Kerukunan Antar Umat Beragama

Related posts