4:00 pm - Senin September 19, 0659

[Eva Novitalia] Testimony Sang Juara Utama Lomba Cerpen

1309 Viewed
Diskon 50% Website Dayah & Sekolah

Cyber dakwah dimataku merupakan jalan dakwah dalam dunia maya. Kalau para penulis konvensional berkata pena adalah pedangku, maka cyber dakwah menjawabnya dengan internet adalah ‘super gun’ ku. Sebagai media sosial, cyber dakwah tidakah vulgar maupun ‘sok misterius’ pada suatu isu. Inspiratif selalu dipegang dengan erat dalm menyapa para penikmat dunia maya. Sebagai media dakwah, Cyber Dawah sungguh membuat esensi agama enak dilahap, renyah dan mengalir namun tetap suci dan tak terkesan menggurui apalagi mendominasi.

Enjoy to understand, enjoy with islam. Hal itu yang aku rasakan selama menjadi subscriber Cyber Dakwah. Tak terlalu berat mempelajari ilmu agama namun melainkan permainan menemukan jati diri, tak perlu susah paya namun sarat akan esensi. Sumber jelas dan dapat dipertanggung jawabkan. Konsistensi yang ditunjukkan oleh Cyber Dakwah selama ini patut diacungi jempol.

Memfasilitasi individu yang bimbang, tersesat tak tentu arah untuk melangkah dengan pasti. Merengkuh tujuan dengan pasti, menggapai asa yang dinanti. Menkomunikasikan bahasa yang sulit menjadi bahasa yang mudah dicerna oleh anak muda, orang tua, Anak-anak bahkan nenek-nenek atau kakek-kakek. Dengan demikian sangat membantu pribadi yang sedang mencari kebenaran hakiki tanpa menenggelamkan jati diri. Islam mengajarkan tentang kasih sayang bak kasih sayang yang senantiasa tertumpahkan oleh Cyber Dakwah.

Sebagai media, Cyber Dakwah menyediakan konten yang ‘sehat’ bagi para penikmat informasi. Dalam era globalisasi seperti ini, fleksibilitas akses informasi sangat dibutuhkan. Dengan kata lain sebuah media informasi baru disebut media jika ia mampu ‘up to date’ tiap detiknya. Kebutuhan akan informasi akan kian bertambah, sehingga informasi yang dipublish bukan hanya mengejar kuantitas melainkan sarat akan kualitas.

Faktanya bahwa Cyber Dakwah memberikan sebuah solusi yang solutif terhadap isu-isu Islam yang terjadi. Segala bentuk info yang disajikan pun mempunyai sumber yang jelas sehingga tidak ada keraguan dari pembahasan yang tertera. Ketersampaian info pun diperhitungkan agar tidak menyinggung pihak tertentu. Menggunakan bahasa yang santai membuat media ini ramai dikunjungi oleh beberapa kalangan.

Bentuk media yang dipakai Cyber Dakwah sendiri sangatlah rentan dari berbagai konten yang bersifat ‘junk factor’, namun kini Cyber Dakwah membuktikan eksistensinya dengan berbagai variasi metode sehingga para pembaca bukan lagi menjadi objek namun terkesan sebagai subyek. Dari kompetisi hingga tips dan triknya pun sangat menarik dan relevan dengan situasi isu yang beredar di masyarakat. Saya pribadi merasa tidak monoton dalam menangkap informasi yang notabene dari media Islam. Informasi yang disajikan tidaklah kaku dan terkesan menggurui.

Lagi pula, jalan jihad atau dakwah dengan cara konvensional bagi kalangan muda pada umumnya hanya ‘masuk kuping kanan keluar kuping kiri’ sehingga perlu adanya modernisasi cara berdakwah yang lebih terkesan ‘cetar’ di benak para pemuda khususnya. Dengan demikian dapat memberikan suntikan semangat keislaman pada generasi mendatang. Konsep yang ditawarkan Cyber Dakwah pun menjadikan kita memandang suatu masalah dengan pandangan secara general dan tidak menghakimi. Dengan sisipan motivasi-motivasi Islami sebagai kontrol. Untuk di masa mendatang diharapkan Cyber Dakwah menjadi sumber inspiratif bagi para subscribernya.

Cyber Dakwah menyajikan sudut pandang lain dakwah. Diharapkan dengan menggunakan ‘angle’ yang berbeda akan melahirkan pemikiran-pemikiran baru yang nantinya akan menjadi solusi yang solutif. Mengingat kata ‘dakwah’ sudah berganti menjadi identik dengan hal yang negatif apalagi di beberapa negara maju identik dengan teroris. Seakan Cyber Dakwah sebagai angin segar bagi pengembalian pencitraan  kata dakwah itu kembali.

Dari topik yang diangkat, ada dua topik yang sangat menarik perhatianku yaitu pesantren dan indonesia. Dari pesantren sendiri mengubah pandangan saya terhadap kehidupan pesantren yang kaku dan keras. Namun pembawaan berita di Cyber Dakwah seolah membuat saya merasa akan nyaman apabila berada di dalamnya. Apalagi ketika melihat  topik indonesia, jarang sekali saya menemukan media Islam yang juga kritis akan masalah nasional

Harapan kedepannya semoga Cyber Dakwah akan selalu menjadi media informasi yang  terdepan dan tetap menjaga konsistensinya dalam menjaga nilai-nilai agama Islam dan semakin menginspirasi. Hal yang tak kalah penting yaitu apresiasi karya. Berkat adanya Cyber Dakwah menjadikan semangat berdakwah dan berkarya menjadi bertambah. Demikian pula muncul nama-nama baru yang mulai dikenal.

Sang Juara Utama: Eva Novitalia

Diskon 50% Website Dayah & Sekolah
Don't miss the stories followCyber Dakwah and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

[Destiya Dwi Pangestika] Testimony Sang Juara Utama Lomba Cerpen

Tahun Baru Islam, Tahun Baru, Tahun Baru Islam 1435 H, 1 Muharram

Ayo Meriahkan Tahun Baru Islam dengan Funbike Sepeda Santri

Related posts