2:33 pm - Jumat September 25, 2020

Penilaian Orang Lain Bergantung pada Pola Senyuman Kita

1491 Viewed
Diskon 50% Website Dayah & Sekolah

Senyum adalah bahasa tubuh tanda kepuasan.

Senyum adalah bukti akan adanya penerimaan.

Senyum adalah penyatuan diri sebenarnya.

Senyum adalah symbol akan adanya diri.

Senyum..tetaplah senyum

Ketulusan dan kesejatian hidup dapat dibuktikan dengan sebuah senyuman

Cinta, kasih sayang, dan senyuman adalah senyawa yang tidak dapat dicerai beraikan oleh rezim yang bernama waktu.

Senyum penuh ketulusan selalu diharapkan

Dari bibir anak manusia.

Dalam keadaan bagaimanapun, ketika hati kita sedang galau, hancur berantakan, masalah menumpuk, dan berbagai problem hidup yang kerap hadir dalam keseharian kita. Mencobalah untuk selalu tersenyum dalam menjalaninya. Anggap semua yang telah terjadi kepada kita sebagai sebuah ujian Tuhan untuk mengukur kualitas penerimaan hamba manusia terhadap segala ciptaan-Nya.

Dengan cara kita bersenyum, orang lain akan menganggap bahwa dalam menjalani hidup tidak terlalu diambil pusing. Karena apa.?, orang lain tidak akan pernah tahu apa yang kita rasakan. Mereka hanya melihat, menilai dan mengkritisi bahkan terkadang menghakimi. Jadi untuk apa kita tampakkan segala kegelisahan kita pada mereka. Cukuplah kita yang merasakan segala problema yang tersaji. Yakinlah..!!! orang lain akan menganggap kita manusia yang hebat, karena mampu menjalani hidup hanya dengan sebuah symbol ‘Senyum’. Dengan begitu, kita akan merasakan sesuatu yang luar biasa dalam penerimaan hidup.

Senyum adalah bahasa kenyataan ….. senyum adalah simbol dari pengakuan akan kebenaran segala realitas dalam balut keikhlasan dan kesabaran. Senyum bukan sekedar refleksi dari tekstur emosional senyum lebih merupakan seberkas kemurnian hati yang selalu tunduk dan pasrah dalam pelukannya… senyum adalah mutiara seorang mukmin yang tak ternilai.

Hati manusia adalah luka dan tawa Tuhan yang terbuka. Hidup disetiap hembusan nafas iramanya, sedikitpun takkan pernah gagal menyajikan kaidah-kaidahnya. Hanya hati yang terbuka untuk luka, yang mampu menjalaninya dengan selimut kedamaian.

bila hatiku, hatinya dan hati mereka adalah tempat lukaMu dan tawaMu bertahta,

maka izinkanlah kami menyelami makna kesejatian

yang menjadi kemestian dalam hidup…..!

……..jangan pernah menertawakan sebuah kenyataan apalagi mencacinya.

Jangan pula marah pada sebuah masalah

Sebab ia punya jalan keluar sendiri tanpa harus kita ketahui

Sambutlah segalanya cukup dengan senyuman

Sebab dengan begitu, segala kenyataan akan kembali tampak tersenyum pula.

Tersenyumlah…Life Is Beautiful As your Face

Ada satu hal yang harus kita miliki yaitu kemampuan untuk mentransendensi setiap gejala dan fenomena yag terjadi di setiap alurnya. Kesadaran ini sangat penting ketika hati manusia tak lagi memiliki bingkai sebab disadari atau tidak, pada akhirnya kitapun akan sampai pada satu kenyataan dimana kita harus menerima kenisbian segala yang ada. (Klassikal)

Diskon 50% Website Dayah & Sekolah
Don't miss the stories followCyber Dakwah and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

Baca, Lalu Tulis! Kok Repot

Manusia kadang Kalah Fungsi dengan Tongkat

Related posts