5:58 am - Minggu September 27, 2020

Strategi Dakwah ala Rasulullah untuk Media Online

1145 Viewed
Diskon 50% Website Dayah & Sekolah

Media Online adalah media massa yang menyuguhkan informasi dalam bentuk web (Website) di Internet. Media ini merupakan salah satu dari kategori new media yang sangat diminati oleh sebagian masyarakat, baik di Indonesi maupun Dunia.

Dulu, internet sangat sulit untuk dioperasikan karna dihalangi oleh infrastruktur yang terlalu mahal dan sulit untuk didapat. Tapi sekarang, internet sangat mudah untuk dinikmati disebabkan perkembangannya yang semakin pesat dan mudahnya mendapatkan koneksi internet dimanapun seseorang berada.

Di Indonesia, media online untuk pertama kali lahir disaat jatuhnya pemerintahan Presiden Suharto pada tahun 1998, dimana pada waktu itu media, breaking news, dan bentuk dari semua informasi mengenai pemerintahan menjadi komoditi yang sangat diminati para pembaca. Hal itu terus berlanjut.

Dari tahun ke tahun, media online  terus mengalami perkembangan dan kemajuan. Jumlahnya pun semakin menjamur di dunia maya, baik media online yang berbasis sosialis, pembelajaran, agama, dan lain sebagainya. Ini semua disebabkan oleh cara pandang masyarakat yang menilai bahwa media online sangat bagus untuk menambah wawasan dan pengetahuan.

Disinilah kesempatan kita sebagai pemuda Islam lebih terbuka lebar, kita dapat memanfaatkan media online sebagai sarana untuk berdakwah, yang pada hakikatnya berdakwah merupakan sebuah upaya untuk memperjuangkan agama Allah SWT. yang bernilai tinggi pahalanya, sesuai dengan yang dijelaskan oleh Rasulullah didalam Hadist Riwayat Al-Bukhori :

“.. Maka demi Allah sungguh seandainya Allah memberi hidayah kepada seorang melalui engkau, maka itu lebih baik bagimu daripada seekor onta merah “ ( HR. Al Bukhari Kitabul Jihad 6/211 no 294).

Lalu, strategi apa yang harus kita gunakan untuk mengembangkan dakwah Islam melalu media online, agar dapat bersaing dengan media-media online lainya ?, jawabannya adalah dengan tauladani cara dakwah imam kita, Nabi Muhammad SAW.

Pertama, menjadikan media online yang kita miliki sebagai pusat (strategis) dengan memanfaatkan terlebih dahulu media online lain yang sebelumnya sudah sering dikunjungi pembaca (Menpromosikan melalui iklan). Baik melalui media yang berbentuk blog, web, ataupun jejaring sosial (facebook, twitter, dll). Hal Ini sesuai dengan konteks sejarah perkembangan Islam pada masa Rasulullah, yang dipengaruhi oleh pemindahan pusat dakwah Islam dari Makkah ke kota Madinah yang pada waktu itu merupakan sebuah kota strategis.

Kedua, memperluas link (Kawasan), seperti halnya Rasulullah yang memperluas wilayah (Kawasan) Islam yang dimulai dari kota Madinah, Jazirah Arab, hingga terus ke sebagian tanah Eropa.

Ketiga, mempasrahkan (Mempercayai) penanganan media online tersebut kepada orang yang ahli, ini sesuai dengan langkah Rasulullah yang menyarahkan tugas sebagai panglima perang kepada Khalid Bin Walid, sehingga mampu memperluas wilayah kekuasaan Islam hingga Mesir dan Romawi.

Keempat, memperindah tampilan. Hal ini sangat erat kaitannya dengan hadist Rasulullah, “Sesungguhnya Allah itu indah, dan mencintai keindahan”. Dengan sedikit memperindah dan mempersolek tampilan, maka para pembaca akan senang untuk mengunjungi media online yang kita miliki.

Demikianlah beberapa strategi dakwah ala Rasulullah yang dapat kita terapkan untuk mengembangkan dakwah Islam melaui media online, semoga bermanfaat dan menjadi acuan yang dapat diterapkan, amin.

Oleh: Muhammad Ali Akbar

Diskon 50% Website Dayah & Sekolah
Don't miss the stories followCyber Dakwah and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

Kemasan Menarik, Konten Bermutu

Media Online sebagai Sarana dalam Berdakwah

Related posts