4:24 pm - Senin Oktober 14, 2019

Pramugari Shalat di Pesawat; Mengamalkan Fikih Kondisional

1457 Viewed

Sebuah akun twitter yang beralamat di @penelbas mengunggah sebuah foto di kabin Pesawat Garuda Indonesia. Foto tersebut menggambarkan pramugari berseragam cokelat yang sedang shalat di dalam pesawat.

Terdapat dua bagian foto yang ada di akun @penelbas. Pertama, pramugari sedang mengambil mukena. Sementara foto di sebelahnya memperlihatkan pramugari yang sama tengah shalat di bangku pesawat.

Adanya foto ini banyak mengundang retweet dari tweps. Termasuk akun resmi dari Garuda Indonesia yang beralamat di @indonesiaGaruda. Tak hanya itu, foto tersebut pun dijadikan hashtag dengan topik #takAdaAlasanUtkTidakShalat.

Sebuah akun yang beralamat @Renno_rasdy kemudian meminta kepada Garuda Indonesia untuk memberi penghargaan kepada pramugari tersebut @IndonesiaGaruda harunsya ada rewards khusus buat FA yg solat di aircraft! Harumkan nama GA, promosi jg GA ke internasional 🙂

Fikih Kondisional

Dalam hukum Fikih, semua ibadah yang diajarkan pasti memiliki ketentuan-ketentuan yang ditetapkan sesuai kondisi seorang hamba. Termasuk dalam hukum shalat, seorang hamba diberikan ketentuan untuk melakukannya. Ketentuan itu meliputi diantaranya waktu pelaksanaan dan cara pelaksanaan.

Dalam kasus shalat pramugari di pesawat termasuk pada cara pelaksanaan. Dalam kondisi yang tidak memungkinkan, seseorang boleh melakukan shalat dengan tidak melakukan gerakan-gerakan shalat yang sempuna, meski dia dalam keadaan sehat. Karena yang membuat dia tidak melakukan gerakan –gerakan shalat dengan sempurna adalah tempat shalat yang sempit. Hal seperti ini dibolehkan menurut ketentuan hukum fikih.

Hukum Islam tidak pernah memberikan beban bagi seorag hamba dalam melaksanakan ajarannya. Dalam kondisi apapun, Islam selalu memberikan kesempatan untuk melakukan ibadah dengan menyesuaikan kondisi seorang hamba. Jadi, tidak alasan untuk tidak shalat.

Apa komentar anda?
Don't miss the stories followCyber Dakwah and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

Menepis Fanatisme, Bersikap Toleransi

Perempuan Menjadi Obyek Model Perbudakan Modern

Your comment?
Leave a Reply