3:10 pm - Selasa September 22, 2020

[Cerpen] Senyuman Surgawi

1901 Viewed
Diskon 50% Website Dayah & Sekolah

Suasana malam yang sunyi dimana seluruh manusia telah tertidur lelap,namun alunan petikan gitar Rio masih terdengar di sudut gang. Ini sudah menjadi kebiasaannya setiap malam. Begadang, bermain gitar sambil bermabuk-mabukan bersama kawan-kawannya.

Hari menjelang pagi,,adzan subuh pun menggema keseluruh belahan bumi. Rio melihat beberapa orang berjalan menuju ke masjid. Hatinya bergumam,”Ya Tuhan, sampai kapan aku harus begini? menjadi brandal nakal dan sampah masyarakat.”

“Ok, friends! Gue cabut dulu. Gue risih ngeliat orang pada ke masjid.”Ucapnya kepada kawan-kawannya yang masih bermabuk-mabukan.

Setibanya di rumah, Rio pun langsung melemparkan tubuhnya ketempat tidur dan memejamkan matanya. Baru beberapa saat dia memejamkan matanya. Tiba-tiba..

KRIINGGGGG KRIIIINGGGGG!!!” Jam bekernya berbunyi.

“Arghhhhh!!!” Desahnya.

Rio terpaksa membuka matanya.”Siapa sih yang nyalain alarm di jam beker gue? SIAL!”Ucapnya.

“Rioooo bangunnnn!!! Sudah siang, cepat mandi lalu berangkat kesekolah!” Terdengar suara melengking mamanya dari balik pintu kamar Rio.

“Gak mau! Rio masih ngantuk maaaa…” Sahut Rio.

“Siapa suruh kamu begadang tiap malam? pulang menjelang pagi, menganggu tidur si mbok hanya untuk membukakan pintu.” Bentak mamanya. ”Selama ini kamu selalu menghambur-hamburkan uang. Harusnya kamu sadar selama ini, papamu bekerja keras di luar kota sana untuk membiayai kita.” Lanjutnya.

Tak ingin berdebat dengan mamanya, Rio pun langsung mengambil handuknya.

“Iya, iya!” Sahut Rio.

Rio langsung berjalan sempoyongan ke kamar mandi dikamarnya. Setelah mandi, dia memakai baju seragam SMAnya. Tanpa sarapan, Rio pun langsung melesat keluar rumah. Dia mengendarai motornya untuk berangkat kesekolah. Sampai di sekolah, pintu gerbang sudah tertutup. Rio pun mencari akal. Dia memarkir motornya disebelah warung yang ada di sebrang sekolah. Kemudian dia memanjat pagar belakang sekolah. Hal ini bukan yang pertama kalinya dia lakukan, namun hampir setiap hari.

Setelah berhasil masuk kedalam sekolah, Rio tidak langsung masuk ke kelas. Dia berjalan ke perpustakaan. Dengan tujuan beristirahat sambil menunggu jam kedua moving class.Rio langsung duduk disalah satu kursi yang disediakan untuk para pengunjung perpustakaan. Biasanya Rio berpura-pura membaca buku diperpustakaan dengan alasan gurunya tidak masuk. Sebenarnya penjaga perpustakaan sudah tahu akan kelakuan Rio, namun dia tidak punya alasan yang kuat untuk melarang Rio masuk ke perpustakaan. Tangan Rio asal menyambar buku yang ada di dekat tempat dia duduk. Sayup-sayup dia membaca tulisan yang ada pada cover buku tersebut “DAHSYATNYA NERAKA”. Dia membuka halaman pertama buku itu. Terlihat gambar seorang yang dicambuk sampai berlumuran darah. Rio membuka halaman berikutnya, terdapat sebuah keterangan,

”Inilah hukuman bagi orang-orang yang suka bermabuk-mabukan.”

Dengan mata yang masih sayup-sayup, Rio membuka halaman berikutnya. Terdapat gambar seseorang yang kepalanya ditiban oleh batu besar berduri. Sampai kepalanya hancur. Dibawah gambar tersebut,terdapat keterangan,

“Inilah hukuman bagi orang-orang yang suka meninggalkan shalat dengan sengaja”

TETTTTTT TETTTTTTT “Bel berbunyi, tanda jam pelajaran pertama sudah berakhir. Rio menutup buku tersebut,lalu menaruhnya dengan sembarang. Kemudian dia melesat keluar perpustakaan, berjalan tergesa-gesa menuju kelasnya untuk mengikuti jam pelajaran kedua.

Saat sampai didepan pintu kelas, Rio berpapasan dengan teman akrabnya.

“Broo, nanti malam jadi kan?” Ucap temannya.

“Sippp!” Sahut Rio.

Kemudian Rio langsung mencari tempat duduk yang kosong. Tak lama seorang guru masuk ke kelasnya. Jam pelajaran kedua adalah IPS. Pelajaran yang sangat tidak disukainya. Saat berjalan 20 menit pelajaran, Rio sudah tertidur pulas di atas mejanya. Hal ini sering kali Rio lakukan,menambah geram seluruh guru-guru yang ada disekolahnya. Banyak guru yang sudah pasrah menghadapi sikap Rio yang semakin hari semakin menjadi. Bu Diah yang sang guru IPS langsung menghampiri meja Rio.

“RIO!!!” Bentaknya membuat Rio terbangun.

“Apaan sih, Bu?” Sahut Rio.

“Kalo kamu terus-menerus seperti ini, kamu akan tinggal kelas! Camkan kata-kata ibu!” Ucap Bu Diah.

Namun Rio tidak mengubrisnya dan melanjutkan tidurnya di kelas. Bu Diah hanya biasa menggeleng kepala melihat ulah Rio.

***

Seperti biasa saat menjelang tengah malam, Rio keluar sambil membawa gitar. Dia mengendap-endap keluar rumah lewat pintu belakang rumahnya. Dia berjalan cepat menuju tempat tongkrongan biasanya yaitu warung dekat masjid. Saat dia sedang asik  bermain gitar, azan subuh pun kembali menggema. Rio pamit kepada teman-temannya. Kemudian dia beranjak pergi. Namun saat dipertengahan jalan, Rio menghentikan langkahnya. Saat dia menoleh kearah masjid,dia tersentak melihat masjid itu berubah menjadi sebuah istana yang sangat indah, yang dipenuhi oleh wanita-wanita shalehah yang begitu cantik. Namun saat dia menoleh kesebelah kiri, dia melihat teman-temannya sedang dipecuti oleh para makhluk yang mirip dalam buku yang pernah ia baca diperpustakaan. Rio pun menoleh ke kanan dan kiri secara bergantian. Keringat dingin pun mulai bercucuran dari seluruh tubuhnya. Saat dia kembali menoleh ke kiri,dia melihat teman-temannya yang akan menariknya untuk masuk kedalam sana. Refleks Rio pun langsung berlari ke arah masjid.

Tiba-tiba dia menabrak seseorang. Pandangannya pun kembali berubah. Ternyata tadi hanya sebuah halusinasinya saja. Dia menabrak seorang ustadz.

“Astagfirullah, kenapa kamu, nak?” Ucap ustadz itu.

Rio meneguk ludah, dia menatap wajah ustadz tersebut yang bercahaya.” Ngg..nggak.Gak kenapa-napa.”Jawabnya gelagapan.

Kemudian Rio langsung berlari menuju rumahnya dengan perasaan berkecamuk. Sampai di depan rumahnya, Rio langsung memencet bel rumahnya secara berulang-ulang. Tak lama pembantunya yang biasa dia panggil si mbok, membuka kan pintu pagar. Rio langsung masuk kedalam rumahnya, dan langsung berlari menuju kamar. Di dalam otaknya,masih terbayang kejadian yang dialaminya tadi. Rio menutup wajahnya dengan selimut. Kemudian memejamkan matanya.

Selang beberapa saat dia tertidur, dia pun bermimpi. Disuatu kelas ada seorang ibu tua masuk kedalam kelasnya sambil berkata dihadapannya,”Camkan kata-kataku! Kau akan tinggal lama di kelas ini.”

Kemudian ibu tua itu,memperlihatkan sebuah cermin kewajahnya. Rio tersentak saat melihat wajahnya yang sudah tua, dan rambutnya yang penuh uban.

“Siapakah ibu sebenarnya?” Tanya Rio dengan suara bergetar.

“Akulah Bu Diah guru IPS mu.” Jawabnya.

Rio pun menangis,” Ternyata bertahun-tahun aku sekolah,tapi tidak pernah naik kelas. Sudah berapa tahun aku berada dikelas 10 ini?”

Tiba-tiba Bu Diah menghilang, Rio pun terbangun dari tidurnya dengan nafas tak beraturan. Rio langsung bangkit duduk. Namun mimpi buruknya masih terus bersarang di otaknya. Dia menyeka keringat dingin yang bercucuran dikeningnya.

“Rio!!bangunnnnn!!”Lagi-lagi suara melengking dari sang mama kembali terdengar.

“I..iya.”Sahut Rio.

“Tumben.”Gumam mamanya dari balik pintu.

Rio langsung bergegas mandi. Setelah mandi dia langsung mengenakan baju seragamnya. Dia melirik jam dinding dikamarnya,pukul 06.00.Dia tersentak,baru kali ini dia bangun pagi setelah begadang semalaman.Kemudian dia langsung menyandang tas nya dan berjalan menuju meja makan.

“Nak,ada apa denganmu?tidak biasanya kamu seperti ini.”Ucap mamanya sambil mengolesi selai strawberry diatas selembar roti.

Rio hanya bisa diam seribu bahasa.Karena dia juga tidak tau apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya.Mulai dari kejadian aneh saat hendak pulang dari tempat tongkrongan,hingga mimpi buruk tinggal kelas hingga usia tua.Setelah sarapan,Rio langsung pamit kepada mamanya untuk berangkat ke sekolah.Sampai disekolah,banyak teman-teman yang menatapnya aneh,mungkin karena hari ini Rio tidak terlambat.Saat berjalan melewati koridor sekolah,Rio berpapasan dengan teman akrabnya.

“Woy bro! tumben lo gak telat.Eh pas subuh tadi lo kenapa sih?bilang katanya mau pulang,eh tiba-tiba ditengah jalan berhenti terus langsung balik arah lari kemasjid.Aneh banget! Gue panggil-panggil,tapi lo kayak ga dengar panggilan gue.”Ucap salah satu teman tongkrongannya yaitu Joni.

Saat Rio hendak berbicara,dia merasa mulutnya seperti terkunci.Kemudian Rio hanya bisa menjawab ocehan Joni dengan sebuah gelengan.Lalu Rio langsung berderap pergi.

“Kenapa semua hal aneh ini bisa terjadi sama gue?apa ini petunjuk dari tuhan?”Gumam Rio dalam hati.

***

            Bel pulang sekolah berbunyi,Rio langsung mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi.

“Benar-benar sial..!!!” Rio menggas motornya lebih kencang berharap semua kegundahannya bisa terbang bersama angin.Saat melewati jalan dekat masjid,tiba-tiba ada seseorang yang memakai kopyah dengan baju baju koko putih dengan sorban dipundak nya menyebrang tepat didepan motor Rio.Rio pun kaget dan hilang kendali hingga motornya menabrak sebuah pohon.Tubuh Rio pun terlempar.

Orang yang hendak menyebrang itu langsung menolongnya.

“Astagfirullah,kamu tidak apa-apa nak?”Ucap orang itu.

Rio memandangi wajah orang itu.Dia seperti kenal dengan wajah orang itu.

“Bukankah kamu yang menabrak aku saat subuh tadi?”Tanya orang itu.

Rio mencoba mengingat-ingat.Namun pendarahan dikepalanya semakin banyak.Dia tak sanggup berbicara apapun.Semua menjadi gelap.

***

            Rio membuka matanya perlahan,lagi-lagi dia melihat sosok tubuh dengan wajah teduh dan tenang serta bercahaya.Rio pun langsung bertanya,

“Bapak,ini siapa?”

“Saya pimpinan masjid istiqamah yang berada dipinggir jalan itu.”Jawab orang itu.

“Jadi bapak ustadz?”

“Ya,kamu bisa panggil saya ustadz Arif.”

Rio langsung meraih tangan ustadz tersebut kemudian mencium tangannya.Sambil menangis.Rio pun menceritakan semua yang terjadi padanya saat itu kepada ustadz Arif.Kemudian Ustadz tersebut mengusap kepala Rio.

“Segeralah kamu bertaubat,sesungguhnya Allah maha menerima taubat seorang hamba meskipun dosa hambanya sebesar buih dilautan.”Ujar Ustadz Arif.

“Saya ingin bertaubat ustadz.Mau kah ustadz membimbing saya?”

“Alhamdulilah.Tentu.Ehm,Nak dimana rumah mu?”Tanya Ustadz Arif.”Tulis alamat lengkap mu disini.Saya akan menemui orang tuamu.”Ustadz Arif memberikan selembar kertas dan bolpoint kepada Rio.

Kemudian Rio langsung menuliskan alamat lengkapnya.Ustadz Arif pun mempersilahkan Rio untuk beristirahat kembali.Dan ustadz Arif pun pamit untuk memberitahukan kepada orang tua Rio.

“Saya tinggal dulu ya nak.Assalamualaikum..”

Namun mulut Rio terasa kaku untuk menjawabnya.Dia pun hanya mengangguk.Ustadz Arif pun berderap pergi.

***

            “Assalamualaikum..”Ucap ustadz Arif sambil mengetuk pintu rumah Rio.

Tak lama seorang wanita paruh baya membuka pintu tersebut.

“Cari siapa ya ustadz?”Ucap wanita tersebut dengan legok jawanya.

“Saya mencari orang tua dari Rio.Ada?”

“Oh ada ustadz.Tunggu sebentar ya.”

Si mbok pun langsung masuk kedalam lalu langsung memanggil mamanya Rio.Tak lama kemudian mama nya Rio datang menemui ustadz yang sudah menunggu diruang tamu.

“Ada apa ya tadz?”Mamanya Rio membuka tanya.

“Begini bu,tadi saat saya hendak ke masjid,tiba-tiba Rio mengendarai motor dengan kecepatan tinggi.Rio hilang kendali sampai dia menabrak sebuah pohon.Saya langsung membawa Rio kerumah sakit.Saat ini kondisinya sudah membaik.Namun dia mengalami pendarahan hebat dibagian kepalanya.”Jelas ustadz Arif.

Mama Rio tersentak kaget mendengar cerita ustadz Arif.Dengan perasaan was-was mama Rio langsung bangkit berdiri dan hendak kerumah sakit.

“Mohon maaf bu,saya harus pamit pulang.”ucap ustadz Arif.

“Oh iya ustadz.Terima kasih banyak atas pertolongannya ustadz.”Ucap mama Rio.

Kemudian ustadz Arif pulang sementara mama Rio langsung menuju tempat Rio dirawat.Diperjalanan mama Rio menelpon papa Rio yang sedang berada disulawesi untuk mengabarkan kecelakaan yang menimpa Rio.Sesampainya dirumah sakit,mama Rio langsung bertanya kepada suster,dimana Rio sekarang.Suster pun mengantarkan mama Rio hingga kedepan ruang UGD Rio.Mama Rio melangkahkan kakinya masuk kedalam.

“Riooo..bangun nak ini mama.”Ucap mamanya sambil menangis.

Mendengar suara dan isak tangis seseorang yang tidak asing baginya,Rio pun membuka matanya perlahan.

“Mama..”

Mamanya langsung memeluk Rio erat.

“Rio,kenapa kamu bisa kecelakaan seperti ini nak?Apa yang terjadi pada kamu?Ceritakan semuanya ke mama.”Kata mamanya.

Kemudian Rio menceritakan semua nya kepada mamanya.Tiba-tiba Rio merasa umurnya tidak panjang lagi.Dia ingin segera bertaubat.Dia pun meraih tangan mamanya lalu menciumnya.

“Ma,maafin Rio ya..selama ini Rio selalu nyusahin mama,Rio selalu buat mama sedih,Rio selalu bikin mama malu.Maafin Rio ma..”Rio menangis tersedu-sedu.Mamanya mengusap kepala Rio.

“Sebelum kamu meminta maaf,mama sudah terlebih dulu memaafkan kamu nak.”

“Sampaikan permohonan maaf Rio ke papa juga ya ma.Rio mau bertaubat ma.Rio janji sama mama,Rio gak akan mabuk lagi,Rio gak akan ninggalin shalat lagi.Rio akan belajar sungguh-sungguh,pokoknya Rio janji sama mama dan papa kalo Rio akan jadi anak shaleh.Izinkan Rio untuk bertaubat dengan bimbingan ustadz Arif.”Ucap Rio.

“Iya nak,mama pasti izinkan.”jawab mamanya.

“Kalo gitu,Rio ingin kerumah ustadz Arif sekarang.Mama maukan antar Rio kesana?”

“Mama pasti antar kamu kesana,tapi gak sekarang nak.Keadaan mu masih belum stabil.Kamu mengalami pendarahan dan luka dalam dikepalamu.”Ucap mamanya.

“Tapi Rio merasa bugar ma.Rio gak ngerasain sakit sedikit pun.Ma..Rio mohon.”Ucap Rio.

“Kamu istirahat aja dulu nak.”

Namun Rio tetap nekat.Dia langsung melepas selang infuse ditangannya,Kemudian langsung beranjak berdiri.Dan berlari keluar.

“Rio,tunggu nak!”mamanya mencoba mengejar Rio.

Sampai diluar rumah sakit,Rio menghentikan langkahnya karena melihat mamanya yang sepertinya sudah sangat lelah mengejarnya.Rio tau,mamanya pasti akan menuruti kemauannya.

Setelah mamanya mendekat,mamanya langsung berkata,”Mama akan antar kamu kerumah ustadz Arif.Kita naik taksi aja.”

Rio tersenyum puas mendengar jawaban mamanya.Kemudian sebuah taksi berhenti dihadapan Rio dan mamanya.Lalu mereka langsung masuk kedalam taksi tersebut dan menuju rumah ustadz Arif.

Sesampainya dirumah ustadz Arif,kepala Rio berdenyut.Rio merasakan detakan jantungnya mulai melemah.Nafasnya pun terputus-putus.

“Assalamualaikum..”Ucap Rio dengan suara lemah sambil mengetuk pintu.

Tak lama ustadz Arif membuka pintu rumahnya.Tiba-tiba tubuh Rio jatuh.Mamanya dan ustadz Arif langsung menopangnya.

“Astagfirullah Rio,kamu kan masih sakit.”Ucap ustadz Arif.

“Saya sudah coba melarang Rio ustadz,namun anak saya tetap nekat untuk kesini.Dia bilang dia ingin bertaubat.”ucap mama Rio sambil menangis.

“Ustadz..sa..saya..minta maaf kalo ada salah.Sampaikan maaf saya kesemua orang yang pernah kenal dengan saya.”Ucap Rio dengan suara yang hampir habis.

“Rio ikuti saya,Laaa..ilaa..ha..ilallah…”ucap ustadz tersebut.

Rio berusaha mengikuti,”Laaa..i..ilaa..h..ha..i..lallah..”

“Muhammadurrasulullah..”

“Mu..ha..mmadur..rasu..lullulah..”Ucap Rio.

Kemudian Rio menghembuskan nafas terakhirnya.

“Innalillahi wa innalillahi rojiun.”Ucap ustadz Arif dan Mamanya.

“Rio..selamat jalan nak.Mama ikhlas melepasmu..”Ucap mamanya.

“Subhanallah,bu..kematian Rio adalah syahid.Karena dia kesini dengan niat bertaubat dan menuntut ilmu.”ucap Ustadz Arif.

Rio pun dibawa kerumah nya.Semua kerabat serta teman-teman Rio datang untuk melayat.Rio pun dimandikan.Papa Rio yang baru saja datang,dengan berat hati harus melepas kepergian anak semata wayangnya.

Kemudian mayat Rio dibacakan surah yasin.Orang-orang memperbincangkan tentang kematian Rio.Seorang pemabuk dan b rundal nakal, mati dengan keadaan tersenyum.Mayat Rio pun sangat harum. Rio meninggal dengan keadaan khusnul khotimah.Rio memberikan senyum terakhirnya kepada setiap orang yang melihat jasadnya, sebuah ”SENYUM SURGAWI”

Oleh: Fitri Nur Rizki, Siswi  SMP  27 Jakarta, Jakarta Timur , img: U–x-GpXnL4

Diskon 50% Website Dayah & Sekolah
Don't miss the stories followCyber Dakwah and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

[Renungan Napak Tilas] Hati Terpanggil

[Cerpen] Sepercik Cahaya Api

Related posts