4:00 pm - Rabu September 18, 8441

Sajak Seuntai Doa

1649 Viewed
Diskon 50% Website Dayah & Sekolah

Untuk Pondok Tercinta Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo

Pagi ini embun baru saja menetes

Membasahi kelopak mawar

Sementara matahari menetas

Membuncahkan aura fajar

Runcing sinarnya membuyarkan lamunanku

Tentang masa lalu yang abu

Yang kini telah engkau basu

Dengan telaga zam-zam yang biru

Sebiru ketulusan hatimu

Tak heran jika aku ingin berlagu

“oh, pondokku tercinta

Pembasuh duka lara

Jiwa raga dan seluruh hidupku

Ku abdikan kepadamu

 

Ayah ibu guruku

Tempatku bertedu

Semua ilmu dan ketulusanmu

Menghapus kebodohanku”

Dan didalam tubuhmu, kekasih

Aku melihat secercah cahaya bersayap

Diantara kabut-kabut yang kilau gelap

Cahaya yang menerangi jalanku

Bersama mereka yang bersangu, sebongkah restu

Untuk menyelami lautan ilmu

 

Jika ketulusanmu sama seperti ibu, kekasih

Maka sepantasnya lagu ini kupersembahkan

Juga untukmu

“kasih ibu kepada beta

Tak terhingga sepanjang masa

Hanya memberi tak harap kembali

Bagai sang surya menyinari dunia”

 

Hanya terimakasih yang bisa kami ucapkan

Dan hanya kedua tangan ini yang bisa kami tengadahkan

Sembari berdo’a kepada Tuhan

 

“Ya Allah, berilah ganjaran kepada orang-orang, yang telah kami anggap pahlawan

Berilah balasan melebihi apa yang telah mereka lakukan

Sesuai janjimu dalam kitab al-Furqon”

 

Kekasih, kita tidak menyangka

Seabad lamanya kita berdiri

Di bumi pertiwi

Dan kita tidak merasa

Sebentar lagi kita akan berpisa

Mencari jati diri

Semoga ketulusanmu sama sekali

Bukan karena mengharap materi

Agar kepergian ku tetap terang

Oleh pancaran sinarmu

Berjuanglah, Berjuanglah, Berjuanglah Kekasih

Do’a ku akan selalu menyertaimu

Dan juga do’akan selalu

Agar aku menjadi serangkai lilin

Yang rela lebur demi kebahagiaan orang lain.

 

Oleh: Amirul Mukminin al_Ghafury

Diskon 50% Website Dayah & Sekolah
Don't miss the stories followCyber Dakwah and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

Panggilan Kerinduan

[Renungan Napak Tilas] Hati Terpanggil

Related posts