1:14 am - Selasa September 22, 2020

Memahami Arti Tarawih Lebih Dalam

1971 Viewed
Diskon 50% Website Dayah & Sekolah

Secara bahasa tarawih adalah jamak dari kata “tarwih” yang berarti istirahat atau tempat peristirahatan musafir. Shalat malam di bulan Ramadhan disebut tarawih karena dalam tiap-tiap dua kali salam dianjurkan untuk melakukan istirahat. Namun dalam kenyataannya (khususnya di Indonesia) shalat tarawih dilakukan dengan sangat cepat (patas) sehingga kadang-kadang menghilangkan thuma’ninah, syarat, dan sunnah-sunnah shalat (seperti membaca subhana rabbiya al-a’la wa bihamdihi sebayak tiga kali, jadi satu kali dan seterusnya).

Pertanyaan

Apakah disebut shalat tarawih jama’ah yang melakukan shalat tarawih dengan tidak beristirahat sebagaimana penjelasan dalam kitap fiqh tersebut?

Jawaban

Menurut sebagian ulama Tarawih berasal dari kata tarwih yang berarti istirahat atau tempat istirahat. Menurut pendapat ini shalat tarawih adalah shalat yang diselingi istirahat disetiap dua kali salam. Jadi, shalat yang biasa dilakukan masyarakat saat ini tidak disebut salat tarawih. Tetapi disebut salat lail yaitu shalat malam di bulan ramadhan.

Sedangkan menurut ulama lain kata tarawih berasal dari kata murawahah yang berarti mengulang-ulang. Jadi shalat yang dipraktikkan masyarakat selama ini tetap disebut shalat tarawih.

Referensi

Al-Mubda’ dan Al-Iqna’

المبدع ج: 2 ص: 17

ثم الترويح وهي عشرون ركعة يقوم بها في رمضان في جماعة ويوتر بعدها في الجماعة ثم   التراويح  سميت به لأنهم كانوا يجلسون بين كل أربع يستريحون وقيل لأنها مشتقة من المراوحة وهي التكرار في الفعل وهي سنة سنها النبي  صلى الله عليه وسلم  وليست محدثة لعمر وهي من أعلام الدين الظاهرة

الإقناع للشربيني ج: 1 ص: 117

وتسن الجماعة فيها لأن عمر جمع الناس على قيام شهر رمضان الرجال على أبي بن كعب والنساء على سليمان بن أبي حثمة وسميت كل أربع منها ترويحة لأنهم كانوا يتروحون عقبها أي يستريحون قال الحليمي والسر في كونها عشرين أن الرواتب المؤكدات رمضان عشر ركعات فضوعفت لأنه وقت جد وتشمير اه .

 

Diskon 50% Website Dayah & Sekolah
Don't miss the stories followCyber Dakwah and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

Kriteria Profesi yang Membolehkan tidak Berpuasa

Shalat Tarawih, Lebih Utama 8 Rakaat atau 20 Rakaat?

Related posts