7:36 pm - Senin September 21, 2020

KH D Zawawi Imron: Kiai dan Santri Jangan Tabu Main Film

1479 Viewed
KH D Zawawi Imron (batik) bersama aktor lain di Tunjungan Plaza Cinema Surabaya. (2/1/2015)
Diskon 50% Website Dayah & Sekolah

Surabaya, Cyberdakwah — Keterpanggilan kiai dan penyair nasional KH D Zawawi Imron memerankan sosok Kiai Landung dalam film Penjuru 5 Santri karena sudah saatnya kalangan pesantren giat di dunia perfilman. Apalagi pesan yang diangkat menyuarakan kebenaran.

Penegasan ini disampaikan penyair yang dikenal sebagai sang celurit emas saat acara nonton bareng film Penjuru 5 Santri di Tunjungan Plaza Cinema 21 Surabaya, Ahad (1/2/2015) petang.

Kepada sejumlah awak media, kiai kelahiran Sumenep ini menandaskan bahwa inti pesan film tersebut adalah ada di ujung cerita. “Tema pokok film adalah gunakanlah tanganmu untuk merangkul, tidak untuk memukul,” katanya.

Kiai Zawawi menceritakan bahwa film ini dibuat berbarengan dengan sejumlah pesta demokrasi. “Ketika tensi politik tengah tinggi lantaran ada pilkada, pemilihan umum hingga pilpres, maka sudah saatnya kita antiklimaks dengan menghadirkan film yang menyejukkan,” ungkapnya.

Di luar itu semua, kiai yang juga dosen di berbagai kampus terkenal ini mengingatkan bahwa pesantren tradisional masih memberikan sumbangsih yang tidak kecil bagi perbaikan bangsa. “Terbukti mereka yang melakukan tindakan menyimpang seperti perkelahian dan sejenisnya adalah kalangan perkotaan,” tegasnya.

Demikian juga masyarakat pedesaan memberikan kontribusi besar bagi tersedianya bahan pokok warga perkotaan. “Karena itu semangat dari film ini adalah adanya kerjasama antara warga kota dan desa tanpa ada rasa saling curiga,” katanya. Dan semangat dari film ini adalah murni suara kemanusiaan, keimanan dan ketakwaan, lanjutnya.

Pelajaran lain dari film yang disutradarai Wimbadi JP ini adalah bahwa pesantren harus bisa terbuka dengan menerima lapisan masyarakat kelas apapun untuk ditempa. “Bisa orang gila yang awalnya dilempari masyarakat dengan batu, atau orang authis yang sulit belajar akhirnya dapat diterima dengan diajari melukis di pesantren, serta masyarakat lainnya,” ungkapnya.

Bagi Kiai Zawawi, setiap orang harus memiliki niat baik dengan menyesuaikan hati nuraninya. “Kalau kita menjalani hidup dengan hati nurani, maka yang kita akan dapatkan adalah kebaikan dan bermuara kepada ketentraman dan keindahan,” tegasnya.

Kiai Zawawi adalah termasuk dewan kiai di Pesantren Budaya Ilmu Giri, tempat film dibuat . “Dan ketika saya ditawari untuk memerankan tokoh kiai tersebut, saya langsung menerima lantaran memang cocok dan tidak bermunafik diri dengan karakter yang diperankan,” tandasnya.

KH D Zawawi Imron juga menandaskan bahwa dirinya merasa cocok berperan sebagai Kiai Landung. “Ya tidak ubahnya seperti memerankan diri sendiri,” katanya sembari tersenyum. Dan dalam pandangannya, justru memerankan diri sendiri tidak terlalu sulit.

Film Penjuru 5 Santri diputar mulai 29 Januari di sejumlah bioskop di Tanah Air. Tercatat sejumlah aktor kawakan terlibat di film ini. Sebut di antaranya Rendi Bragi, Yati Surachman, Roy Marten, Ferry Salim, Pong Hardjatmo, Rizqullah Maulana Daffa, Nocky Ezra Nurul Shanty, Audrick Ardian serta Bowie Putra. (s@if)

Diskon 50% Website Dayah & Sekolah
Don't miss the stories followCyber Dakwah and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

Film Penjuru 5 Santri: Indonesia Harus Belajar Kepada Pesantren

Katib Aam PBNU: Lebih Maslahah PMII Kembali ke NU

Related posts