11:16 am - Selasa September 22, 2020

Ketua Umum PBNU: ISIS Lebih Kejam dibanding Teroris

1156 Viewed
Diskon 50% Website Dayah & Sekolah

Surabaya, Cyberdakwah — Ada indikasi bahwa kepulangan sejumlah WNI dari beberapa negara di Timur Tengah adalah pengikut gerakan radikal Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Ketua Umum PBNU mendorong aparat keamanan untuk mewaspadai atau bahkan menangkap para pengikut ISIS yang pulang ke Indonesia karena bisa menimbulkan persoalan keamanan di tanah air.

Penegasan akan berbahayanya ISIS disampaikan Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj kepada Gubernur dan Wakil Gubernur, Kapolda, Pangdam, sejumlah bupati dan wakil bupati, serta pengurus PWNU dan PCNU se Jawa Timur, Sabtu (14/3/2015) malam.

Kiai Said, sapaan Ketua Umum PBNU ini menandaskan bahwa dari pemberitaan yang telah mengemuka, para tentara ICIS sangat kejam. “Mereka lebih kejam bila dibandingkan dengan para teroris,” sergah Kiai Said.

Bagi dosen sejumlah kampus ini, kalau para teroris seperti Amrozi, Ali Ghufron, Ali Imron, dan sejenisnya masih memiliki hati nurani dengan memilah dan memilih mana kawasan yang akan dibom atau diledakkan. “Tapi kalau ISIS, mereka bisa membunuh kawan sendiri dengan sadis,” katanya.

Karena itu bagi aparat keamanan khususnya polisi dan tentara, adanya kabar bahwa sejumlah warga negara telah terindikasi gerakan yang sangat mereasahkan hendaknya disikapi dengan hati-hati dan penuh kewaspadaan.
“Tapi bapak gubernur, kapolda dan pangdan serta bupati se Jawa Timur jangan khawatir,” ungkap Kiai Said. Selama masih ada NU, maka potensi kriminalitas serta gerakan separatisme yang mengkhawatirkan NKRI tentu akan dilawan, lanjutnya.

Selain berbicara masalah ISIS, Kiai Said juga bercerita kiprah para ulama terdahulu yang juga menjadi solusi bagi ukhuwah atau persaudaraan umat. Dari mulai kemunculan Imam Hasan al-Basri, Imam al-Ghazali dan seterusnya.

“Untuk di Indonesia, KH Hasyim Asy’ari telah berhasil memberikan konsep yang sangat jitu untuk kebersamaan dan kebhinekaan lewat konsep 3 ukhuwahnya,” ungjkap Kiai Said. Karena dengan ikhuwah wathaniyah, islamiyah dan bashariyah atau insaniyah, maka perbedaan di Indonesia tidak menjadi konflik.

Justru para kiai NU yang secara kualitas tidak memiliki kemampuan ilmu dan pemahaman keagamaan yang memadai justru mampu meredam gejolak di masyarakat. “Bandingkan dengan sejulah ulama besar di luar negeri yang memiliki karya atau kitab yang membanggakan,” tandas Kiai Said. Justru mereka hanya memiliki karya besar, namun tidak berhasil memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga di sekitarnya, lanjutnya.

Kehadiran Kiai Said dalam rangka melaunching sukses Muktamar ke-33 NU. Kegiatan yang dilaksanakan di area parkir utara gedung PWNU Jatim ini dimeriahkan dengan pementasan pagelaran wayang kulit oleh dalang kondang Ki Enthus Susmono dari Tegang Jawa Tengah. (S@if)

Diskon 50% Website Dayah & Sekolah
Don't miss the stories followCyber Dakwah and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

Soal Nikah Sirri, Menag: Risiko Ditanggung Sendiri

Cegah ISIS, Pengiriman TKI ke Timur Tengah Diperketat

Related posts