3:38 pm - Jumat September 20, 2019

Tekuni Bahasa Inggris, Siswi SMP NU Ini Gondol Banyak Prestasi

879 Viewed

Tekuni Bahasa Inggris, Siswi SMP NU Ini Gondol Banyak Prestasi

Drifarrosa Aisy Aufanuha Mahfudz, siswi kelas IX SMP NU Putri Nawa Kartika Kudus, Jawa Tengah ini mempunyai banyak prestasi utamanya dalam bidang bahasa Inggris. Sebut saja, Juara II Story Telling se-Kabupaten Kudus (2014), Juara I Speech Contest tingkat Kabupaten Kudus (2014), dan Juara I English Competition tingkat Provinsi Jawa Tengah (2014).

Beberapa prestasi yang diukir di bidang bahasa Inggris tidak lepas dari kegigihan gadis kelahiran Kudus 29 Juni 2000 ini untuk menekuni bahasa Inggris di beberapa tempat kursus yang ada di Kudus. Di sekolahnya, ia juga termasuk sebagai penggagas berdirinya klub bahasa Inggris.

Menekuni bidang bahasa di tempat kursus bagi perempuan yang hobi baca buku itu karena kelak anak pertama pasangan Machfudzi-Endang Sutini bercita-cita ingin kuliah di luar negeri. Sejak dini ia mulai banyak membaca teks berbahasa asing. Jika mengalami kesulitan memahami teks, ia segera mencari arti, baik dari internet maupun dari kamus.

Gadis yang gemar belajar segala jenis bahasa mulai Inggris, Arab, Indonesia dan Jawa itu sebelum kursus menemukan banyak kendala terkait penguasaan speaking (berbicara), grammer (tata bahasa) dan pronounciation (pelafalan).  Dengan ketekunannya, lambat laun dia mampu menguasai semua itu. Bagi dia, dengan menguasai bahasa orang akan percaya diri ketika berhadapan dengan siapa pun.

Sehingga tak salah suatu ketika saat berlibur ke Candi Prambanan turis dari Belanda, Korea dan New Zealand pernah ditemuinya dan diajak berdiskusi menggunakan bahasa Inggris.

Nasihat orang tua 

Sebagai anak yang patuh kepada orang tua, bagi Ocha, sapaan akrabnya, mereka merupakan sumber inspirasi. “Ayah dan Ibu merupakan inspirasi terbesar bagi saya,” akunya saat ditemui di Kudus, Sabtu (21/3).

Nasihat yang tidak pernah terlupa ialah sekolah bukan tempat untuk mengejar nilai, melainkan untuk memperbaiki akhlak. Nasihat itu selalu diingatnya dan akan dilaksanakan sebaik-baiknya.

“Di manapun berada nasihat orang tua untuk selalu berakhlak mulia akan saya jalankan dengan sebaik-baiknya,” paparnya. Ia meyakini jika berakhlak baik, hal-hal lain misalnya prestasi, akan turut menyertai. (Syaiful Mustaqim/Fathoni)

Apa komentar anda?
Don't miss the stories followCyber Dakwah and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.

Syekh Ali Hasan Al-Alaby: Di Indonesia, ISIS Bukan Ancaman Membahayakan

Menjawab Salam dari Televisi

Your comment?
Leave a Reply