2:52 pm - Senin Desember 16, 2019

Agar Nasehat Tak Melukai Hati

977 Viewed

Agar Nasehat Tak Melukai Hati

Sahabat, perlu kita ketahui bahwa dalam menasehati dan dinasehati kita perlu memperhatikan beberapa hal. Pertama, hendaklah seseorang memberikan nasihat secara diam-diam, tidak terang-terangan dihadapan orang lain atau didepan umum. Sebab, manusia pada umunya tidak mau menerima nasihat apabila nasihat itu diberikan didepan umum karena hal itu dapat mempermalukannya atau mengesankan kerendahan dari kehinaannya.

Oleh karena itu, akan bangkitlah keangkuhannya sehingga ia bisa saja menolak nasihat yang disampaikan. Menasihati pada kondisi seperti sama halnya dengan membongkar aib dan nasihat yang disampaikan hampir semakna dengan merendahkannya.

Nasihat yang disampaikan dengan diam-diam tidaklah mengandung makna seperti merendahkannya. Karena itu, biasanya orang yang dinasihati akan menerima nasihat tersebut jika nasihat untuknya tidak disampaikan secara terang-terangan. Niscaya orang yang dinasihati tidak merasa keberatan atau tertekan untuk menerima nasihat tersebut.

Sehingga apabila seseorang menerima suatu nasihat dari orang yang menginginkan kebaikan darinya supaya mencegah dari hal yang dilarang, kemudian ia menerimanya, tat, tunduk dan mengetahui baiknya nasihat tersebut maka hal itu diumpamakan seperti menginginkan kebaikan keadaan orang yang dinasihati.

Imam Syafi’i dalam syairnya mengatakan : “Berila nasihat kepadaku ketika aku sendiri, dan jauhilah memberikan nasihat ditengah-tengah keramaian. Karena nasihat ditengah-tengah manusia itu termasuk satu jenis pelecehan yang aku tidak suka mendengarkannya. Jika engaku menyelisihi dan menolak saranku maka janganlah engkau marah jika kata-katamu tidak aku turuti”

Jadi sahabat, bila kemungkinan, nasihatilah saudaramu tidak ditempat umum untuk menjaga kehormatannya dan menghindari sifat engkau melebih-lebihkan diri darinya di hadapan orang lain. Dengan cara seperti insya Allah niat kita menasihati terjaga dan dijauhkan dari riya’ dan orang yang dinasihati mau mendengarkan dengan hati yang lebih tenang. Yuk kita biasakan sahabatku !!

Sumber : Gaul Fresh

Don't miss the stories followCyber Dakwah and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.

Jangan Hinakan Dirimu dengan Menunda-nunda Pembayaran Hutang

SHUBUH PEMBAWA BERKAH

Related posts