1:48 pm - Rabu Desember 11, 2019

Anjuran Untuk Ikhlas Dan Menjaga Waktu

948 Viewed

Anjuran Untuk Ikhlas Dan Menjaga Waktu

Al-Imam Al-Bukhari berkata (1/135, dengan Al-Fath):

Abdullah bin Maslamah telah menyampaikan hadits kepada kami, dia berkata: Malik telah mengabarkan kepada kami dari Yahya bin Sa’id, dari Muhammad bin Ibrahim, dari ‘Alqamah bin Waqqash, dari ‘Umar, bahwa Rasulullah bersabda:

“Amalan-amalan itu sesuai niatnya, dan setiap orang memperoleh apa yang dia niatkan.
Barangsiapa yang berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya.
Dan barangsiapa yang berhijrah untuk dunia yang akan diraihnya atau wanita yang akan dinikahinya, maka dia berhijrah kepada sesuatu yang dihijrahinya.”

Sesungguhnya saya berwasiat kepada diriku dan kepada kalian (wahai para wanita) agar bertaqwa kepada Allah, baik dalam keadaan sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan, dan agar kita menjadikan amalan kita ikhlas untuk wajah Allah yang mulia.

Serta agar kita tidak melakukan amalan apapun dengan riya’ atau membanggakan diri, dan hendaklah kita memegang teguh agama kita. Sesungguhnya kita akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah.

Di dalam Ash-Shahihain dari hadits ‘Adi bin Hatim, dia berkata: Rasulullah bersabda:

“Tidak ada seorang pun dari kalian kecuali Rabbnya akan mengajaknya bicara, tanpa seorang penerjemah pun antar Allah dan dia.
Lalu dia melihat ke kanan, maka dia tidak melihat kecuali apa yang telah dia lakukan.
Dan dia melihat ke kiri, maka dia tidak melihat kecuali apa yang telah dia lakukan.
Serta dia melihat ke hadapannya, maka dia tidak melihat kecuali api neraka di depan wajahnya.
Maka takutlah kalian terhadap api neraka meski dengan menshadaqahkan separuh kurma.”

At-Turjuman (penerjemah) adalah orang yang mengungkapkan suatu bahasa dengan bahasa lain.

Taqwa adalah sebuah kata yang menyeluruh, merupakan ungkapan tentang ketaatan kepada Allah dan ketaatan kepada Rasul-Nya.

Allah tidaklah menciptakan kita dengan sia-sia. Allah berfirman:

أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ

“Maka apakah kalian mengira bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kalian secara main-main (saja), dan bahwa kalian tidak akan dikembalikan kepada Kami?”

(Al-Mu’minun: 115)

Dan Allah berfirman:

وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا لَاعِبِينَ () مَا خَلَقْنَاهُمَا إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ

“Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dengan bermain-main. Kami tidak menciptakan keduanya melainkan dengan haq, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.”

(Ad-Dukhan: 38-39)

Dan Allah berfirman:

مَا خَلَقْنَا السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا إِلَّا بِالْحَقِّ وَأَجَلٍ مُّسَمًّى ۚ وَالَّذِينَ كَفَرُوا عَمَّا أُنذِرُوا مُعْرِضُونَ

“Tidaklah Kami menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang benar dan dalam waktu yang ditentukan. Dan orang-orang yang kafir berpaling dari apa yang diperingatkan kepada mereka.”

(Al-Ahqaf: 3)

Dan Allah berfirman:

وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاءَ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا بَاطِلًا

“Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya tanpa hikmah.”

(Shaad: 27)

Dan Allah berfirman:

وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا إِلَّا بِالْحَقِّ

“Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, melainkan dengan benar.”

(Al-Hijr: 85)

Dan di dalam dalil-dalil ini terdapat penjelasan bahwa Allah telah menciptakan langit dan bumi dalam rangka menegakkan agama dan tauhid.

Bahkan kita dipersiapkan oleh Yang Maha Suci untuk suatu urusan yang sangat agung. Allah berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Dan Aku tidaklah menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.”

(Adz-Dzariyat: 56)

Arti ibadah secara bahasa adalah tunduk dan merendahkan diri. Dikatakan : Thariqun mu’abbad (jalan yang diratakan), maksudnya direndahkan (mudzallal).

Adapun secara istilah, didefinisikan oleh Syaikhul Islam di dalam kitabnya Al-‘Ubudiyyah bahwa ibadah adalah sebuah nama yang mencakup segala sesuatu yang dicintai dan diridhoi oleh Allah, baik berupa perkataan maupun perbuatan, yang lahir maupun yang batin.

Allah berfirman:

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ

“(Dzat) Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kalian, siapa di antara kalian yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.”

(Al-mulk: 2)

Dan seakan-akan kita diciptakan hanya untuk dunia, makan, minum, dan permainan.

Kita tidak melaksanakan apa yang Allah kehendaki dari kita.

Bahkan kita menuju sesuatu yang berlawanan dengannya.

Maka janganlah kita dilalaikan oleh dunia, karena umur kita sangat pendek.

Sumber : Karena Wanita Ingin Dimengerti

Don't miss the stories followCyber Dakwah and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.

Kesombongan Sebesar Biji Sawi, Tidak Masuk Surga

Kepemimpinan Tidak Hanya Bermakna Kekuasaan

Related posts