12:16 pm - Rabu Desember 11, 2019

Kemuliaan Wanita itu Terletak Pada Rasa Malunya

1189 Viewed

Kemuliaan Wanita itu Terletak Pada Rasa Malunya

“Nyaman melihat akhawat-akhawat kerudung lebar, pakaian Syar’I.. Adem melihatnya..”

“Pengen banget dek, bisa pakai pakaian Syar’I.. Tapi kok kayaknya berat banget ya?
Belum siap..”

Dan kalimat-kalimat yang serupa.
Adik-adik, teman-teman, Saudara-saudari yang In Sya Allah, dirahmati Allah..
Berpakaian sesuai Syar’I itu adalah kewajiban kita.
Tidak menunggu siap atau belum.
Kewajiban berpakaian Syar’I jatuh kepada Muslimah yang telah baligh.
Wajib menutup aurat menurut aturan Islam.

Coba deh kita pikirkan,
Mana yang lebih mulia, terhormat, terjaga, terlindungi, terpelihara…
Antara kue yang dijual di pinggiran jalan dalam keadaan terbuka..
Atau kue yang dijual di toko yang disimpan di etalase kaca?

Kue di pinggir jalan, dapat kita bayangkan. Berdebu, dapat dipegang, dibeli dan dimiliki oleh sembarang tangan.
Berbeda dengan kue yang dijual di toko. Tersimpan dalam etalase. Dia begitu terjaga. Hanya dapat dibeli dan dimiliki oleh orang-orang tertentu.

Begitu halnya dengan Muslimah.
Dia akan terhormat jika dia mau menjadikan dirinya terhormat.
Dengan cara apa?
Salah satunya dengan menutup aurat secara Syar’I.

Saya pernah mengamati teman wanita di kelas. Dia berpakaian nge-pas di badan. Membentuk lekuk tubuhnya.
Saya perhatikan ketika dia berjalan melewati sekumpulan laki-laki..
Tahukah Saudari?
Laki-laki itu memperhatikan tanpa berkedip mata !!
Dia melihat dengan seksama sampai wanita tersebut berjalan jauh darinya.
Apa yang diperhatikan, dipelototi, dan dilihat dengan seksama?
Tubuh. Lekukan tubuh itu begitu menggoda !!
Astaghfirullah..
Serasa (maaf) ditelanjangi.. cry emotikon

Jika bukan kita yang menjaga dan membuat diri dihormati, siapa lagi?
Kitalah yang akan membuat apakah oranglain akan menghormati kita atau tidak.

Kemuliaan wanita itu terletak pada rasa malunya.
Malu membuka aurat.
Malu tak berpakaian Syar’I.

Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan kaum wanita untuk menggunakan hijab sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala (yang artinya):
“Dan katakanlah kepada wanita yang beriman:
‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluan-nya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.”
(Q.S An-Nur: 31)

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (yang artinya):
“Hai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mu’min:
‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’
Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
(Q.S. Al-Ahzab: 59)

“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak pula bagi perempuan yang mu’minah, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya dia telah sesat, dengan kesesatan yang nyata.”
(Q.S. Al-Ahzab: 36)

Berpakaian sesuai Syar’I..
1. Menutupi seluruh tubuh
2. Tebal, tidak transparan
3. Longgar, tidak ketat
4. Tidak diberi parfum
5. Tidak menyerupai pakaian laki-laki
6. Tidak menyerupai pakaian wanita kafir
7. Bukan untuk mencari popularitas
8. Kerudungnya tidak menyerupai punuk unta

Sami’na wa atha’na
Kami dengar dan kami taat

Allahu a’lam bish shawab.

Sumber : Kajian Adab Dan Akhlak

Don't miss the stories followCyber Dakwah and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.

Luar Biasa Keutamaan Membaca Surat Al-Mulk

Rasa Suka Itu Wajar

Related posts