10:36 am - Minggu Desember 15, 2019

Masjid Agung Ar-Raudlah, Pengikat Sejarah Kota Kraksaan

1054 Viewed

Masjid Agung Ar-Raudlah, Pengikat Sejarah Kota Kraksaan

Masjid Agung Ar Raudlah berada di titik nol pusat Kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo. Bangunan yang sekarang megah ini, merupakan salah satu pengikat sejarah dari sosok Kiai Ronggo. Ulama se-Kota Kraksaan sepakat, menasbihkan pria bernama asli H Abdul Wahab ini sebagai pejuang syiar Islam.

Ulama meyakini adanya karomah. Sugesti religi ini, merupakan anugerah yang dimiliki seseorang dan keistimewaan itu tidak bisa diulangi, dengan melapalkan mantera. Tapi,  terjadi karena  keistimewaan yang secara khusus diturunkan sang pencipta, kepada  orang pilihan yang dikenal khusyuk dalam berdzikir, berdoa dan beribadah.

Satu keistimewaan yang nampak, makamnya ramai dibanjiri peziarah yang meyakini doanya bisa dikabulkan jika berdoa di dekat pesarean Kiai Ronggo. Bukan itu saja, Kiai Ronggo juga ditasbihkan sebagai salah satu pejuang syiar Islam di wilayah Kota Kraksaan zaman dulu.

Kesaksian sejarah itu diungkapkan Sekretaris Umum MUI (Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia) Kabupaten Probolinggo KH Shihabudin Sholeh. Pengasuh Pesantren Darul Hikmah Desa Sidopekso Kecamatan Kraksaan ini, memaparkan soal sejarah antara Masjid Agung Ar Raudlah dan Kiai Ronggo.

Kiai Shihab mengungkapkan sosok Kiai Ronggo. Menurutnya, dia  merupakan pejuang agama Islam di Kraksaan. Hal itu bisa dilihat dari salah satu peninggalannya yang masih terjaga hingga saat ini, yakni Masjid Ar Raudlah di pusat Alun-Alun Kota Kraksaan.

Meski telah direhab, bangunan masjid itu masih dijaga bentuk keaslian yang dibuat oleh Kiai Ronggo beserta para santrinya. Di antaranya, empat pilar di dalam masjid, bedug dan sumur. Seringkali, sumur itu masih dimanfaatkan oleh sejumlah warga untuk beberapa kepentingan, seperti untuk penyembuhan dan lain sebagainya.

“Salah satu manfaat yang bisa dipetik hingga saat ini, menurut kami tidak masalah. Karena biar bagaimanapun hal itu semuanya atas izin Allah SWT,” ungkapnya, Jum’at (24/4).

Namun yang paling dikenal, sosok Kiai Ronggo itu merupakan seorang bangsawan yang religius, dia adalah sosok penerus wali songo yang membangun dan menyebarkan agama Islam yang tidak sepotong-potong. “Total dalam menyebarkan agama Islam, sampai tuntas, beliau juga terus berjuang dan tidak pernah lelah untuk agama Islam,” ungkapnya.

Hal itu sejalan dengan keterangan salah satu keturunan Kiai Ronggo, H Jarot. Menurutnya selama mengajarkan ilmu di suatu desa, pasti  berlangsung hingga berbulan-bulan. Dengan artian, Kiai Ronggo tidak akan meninggalkan daerah tersebut sebelum santrinya sudah mengerti agama Islam.

Sumber : NU Online

Don't miss the stories followCyber Dakwah and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.

Berdoa Di Media Sosial Tidak Boleh ??

Keutamaan Bulan Rajab Mengawali Kajian Rutin Aswaja NU Center Jatim

Related posts