10:05 am - Senin Desember 9, 2019

Mata Hati Menurut Imam Al-Ghozali

1286 Viewed

Mata Hati Menurut Imam Al-Ghozali

Keluarga Alumni Ma’had Aly Situbondo kembali menggelar kajian Kitab Ihya Ulumuddin setiap dua bulan sekali. Bertempat di pesantren Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember, Ahad (5/4), mereka membuka kembali kitab Ihya Ulumiddin karya Imam Al-Ghozali yang mengupas perihal hati.

“Hati itu ibarat cermin. Jika suatu benda dihadapkan pada cermin, maka akan ada tiga hal: cermin, benda yang hakiki, dan bayangannya,” kata alumnus keempat Ma’had Aly Situbondo Ustadz Fakhur Rozi yang membaca juz III Ihya Ulumiddinhalaman 12.

Pengajian ini melibatkan sedikitnya 40 alumni Ma’had Aly Situbondo di daerah setempat. Pengajian yang berlangsung di pesantren milik Katib Syuriyah PCNU Jember MN Harisudin, berjalan gayeng.

Menurut Imam Al-Ghozali, jika ada benda yang hakiki maka akan ditangkap oleh hati. Dengan demikian tiga hal berkaitan hati yang mencakup al-qalbu (al-alim), haqa’iqul asyya’ (ma’lum), danhushulu nafsil asya’ (al-ilmu).

“Jika misalnya seorang melihat api, maka hati orang tersebut adalah alim. Apinya adalah ma’lum. Sementara gambaran api dalam hati, disebut dengan  al-ilm,” kata Ustadz Rozi.

Lalu bagaimana dengan berbagai aktivitas manusia yang padat. Apakah ada jalan hati sesoarang sampai kepada Allah Swt? Bukankah hati akan disibukkan dengan aktivitas tersebut?

Ustadz Harisudin menyatakan, berbagai aktivitas tetap akan bisa menyampaikan kepada Allah Swt. “Misalnya profesi dosen, pengacara, politisi, pedagang, petani, buruh, tukang becak, dan lain sebagainya, tetap bisa sampai kepada Allah Swt. Hanya saja, ada syaratnya,” kata tuan rumah.

Pertama, menjadi muhsinin (artinya orang yang mengamalkan semua ilmunya). Kedua, ia harus menjaga ta’alluq pada Allah Swt secara terus menerus,” kata kiai muda yang kini diamanahkan mengajar di Pascasarjana IAIN Jember dan sejumlah kampus di Jawa Timur.

Sumber : NU Online

Don't miss the stories followCyber Dakwah and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.

” MAAFKANLAH ISTERIMU WAHAI SUAMI “

Membaca Zaman: Menaksir Bilangan Umur Umat Islam hingga Hari Kiamat

Related posts