6:52 am - Rabu Desember 2, 2020

Belajar Dari Guru Atau Buku?

1426 Viewed
Diskon 50% Website Dayah & Sekolah

Belajar Dari Guru Atau Buku?

Sebagian kita ada yang jarang ke kajian ustadz (guru).

Ia mencukupi dengan membaca kitab (buku).

Padahal…

1. Barangsiapa gurunya adalah kitabnya maka ia akan lebih banyak salah dari benarnya.

2. Bila kita tersalah, buku tidak bisa menegur adapun guru bisa menegur dan memperbaikinya.

3. Dalam menyampaikan kajian, guru merangkum dari berbagai buku.

Memudahkan kita dalam memperluas pemahaman.

4. Saat tidak paham, kita bisa bertanya kepada guru.

Adapun buku tak mampu ditanyai.

Saat yang paling kami sukai saat kajian adalah sesi tanya jawab.

Sebab ketika itu terkumpul hal nyata yang kita alami sehari-hari.

Bukan sekadar tataran “teori” semata.

5. Dengan mendatangi kajian, kita bisa menyerap adab dan akhlak baik sang guru.

Adapun buku, kita baru bisa terpesona dengan cover atau gaya penulisannya..

Imam Adz-Dzahabi rahimahullah,

“Bahwasanya majlis kajian Imam Ahmad bin Hambal dihadiri oleh lima ribu orang.

Lima ratus orang diantaranya mencatat.

Sedangkan selebihnya mengambil manfaat dari perilaku, akhlak dan adab beliau..”

(Siyar A’lamin Nubala’ 11/316)

Dan beragam kelebihan lainnya menimba ilmu melalui guru (ustadz) daripada buku (kitaB-)

Ada waktu luang..?

Yuks datangi majelis kajian..

Sumber : Ummu Fahrian Ida

Diskon 50% Website Dayah & Sekolah
Don't miss the stories followCyber Dakwah and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.

Diantara Akhlak Jahiliyah yang Dinilai Baik

♻ Amanah ♻

Related posts