10:33 am - Minggu Desember 15, 2019

Penyebab Kasus Bunuh Diri pada Anak dan Remaja

953 Viewed

Penyebab Kasus Bunuh Diri pada Anak dan Remaja

Sedih dan miris yaa… bila kita kembali mendengar pemberitaan anak-anak yang melakukan percobaan bunuh diri.  Ada yang “berhasil” sehingga pelaku meregang nyawa, namun ada pula yang masih Allah berikan kesempatan untuk bertahan hidup.

Bila ditelusuri, terkadang hal yang menjadi faktor penyebab bunuh diri,  bukanlah sesuatu yang substansial, bukan perkara-perkara berat.  So, apa kira-kira yang menjadi faktor pendorong para bocah nekad melakukan upaya bunuh diri? Bisa jadi, alasannya adalah:

1.Pemberitaan masif oleh media (depresi reaktif)

Seyogyanya, media harus lebih arif dalam menyajikan berita. Apalagi, yang sifatnya pemberitaan negatif, termasuk kasus-kasus kriminalitas. Dengan di blow-up nya kasus-kasus bunuh diri yang dilakukan oleh anak, maka secara tidak langsung telah memberikan input bagi anak untuk mencoba hal yang serupa.

Kondisi seperti ini, disebut juga dengan istilah depresi reaktif.  Jadi, sekadar reaksi kekecewaan yang mungkin saja hanya dilatar belakangi oleh masalah kecil sehari-hari. Seperti sahabat Ummi ketahui bersama, bahwa anak (terutama usia sekolah dasar) merupakan peniru yang ulung. Anak kerap tidak menganalisa lebih jauh, apa yang mereka lakukan.

2.Kurangnya pemahaman karakter dan ilmu agama

Subhanallah, dalam hal pendidikan anak, hal yang pertama harus diajarkan oleh orangtua kepada mereka adalah mengenai Aqidah. Diperkenalkan dengan Rabb-nya, rasul serta Al-Qur’an. Cukuplah kisah-kisah teladan dalam Qur’an menjadi pendidikan karakter bagi anak. Allah menjadi sumber cinta dan cinta yang utama, anak pun mulai mengenal indahnya gambaran surga.

Dengan tarbiyah Islam, tentunya mengajarkan pemeluknya untuk bisa saling menghormati, menghargai, menyayangi termasuk pada diri sendiri. Allah melaknat mereka berlaku dzalim. Anak dengan karakter yang lemah dan pemahaman agama yang minim, hanya akan menjadi generasi yang ringkih, mudah down serta daya juang yang rendah.

3.Anak-anak yang memang memiliki gangguan psikologi

Bisa jadi, kasus bunuh diri pada anak memang disebabkan oleh gangguan psikologis. Mereka yang memilih untuk bunuh diri, adalah anak-anak atau remaja yang mengalami gangguan suasana hati (mood disorder), misalnya: depresive disorder, dysthymic disorder atau bipolar disorder. 

Hal ini, sebetulnya bisa dideteksi dari pola perilaku sang anak, terutama kala menghadapi persoalan. Akan tetapi, orangtua pun harus mengevaluasi pola perilakunya sendiri, sebab penelitian menunjukkan bahwa orangtua yang depresif mempunyai kemungkinan 3 kali lipat untuk menghasilkan anak-anak yang juga mudah depresi dan rentan terhadap tekanan psikis serta fisik lainnya.

Mari bentengi buah hati kita dengan iman dan kasih sayang. Agar mereka terhindar dari segala perilaku yang tidak disenangi oleh Allah dan Rasulullah.

Sumber : Ummi Online

Don't miss the stories followCyber Dakwah and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.

Pembangunan Bukan Hanya Fisik, Tapi Moral

Pilih Diet Atau Puasa ??

Related posts