4:00 pm - Senin September 19, 3374

Secuil Kisah Masa Kecil Sang Pembebas al-Aqsa

985 Viewed
Diskon 50% Website Dayah & Sekolah

Secuil Kisah Masa Kecil Sang Pembebas al-Aqsa

Sejarah umat Islam mencatat dengan gemilang kisah heroik Shalahuddin Al-Ayyubi membebaskan tanah Palestina dari Kingdom of Jerussalem. Dibalik kisah heroik tersebut Shalahuddin dibesarkan di keluarga yang kokoh aqidah dan imannya, bahkan Shalahuddin kecil sudah dibentuk mental penakluknya oleh sang ayah. Berikut kisahnya :

Suatu hari Shalahuddin Al-Ayyubi kecil didapati ayahnya tengah bermain bersama anak-anak tetangga. Ayahnya kemudian mengambil lalu menggendongnya seraya menggerutu: “Aku tidak menikahi ibumu, dan ibumu tidak melahirkanmu cuma untuk bermain bersama anak-anak lain. Aku nikahi ibumu, agar anaknya menjadi pembebas Masjid Al-Aqsa!”

Sang ayah lalu menurunkan Shalahudin kecil dan melihat anaknya seolah menahan tangis. Ia berkata: “Apa kamu tersinggung? Kamu sakit hati?”.

Shalahudin mengatakan lirih, “iya”.

“Lalu kenapa kamu tidak berteriak menangis seperti anak-anak kecil pada biasanya”

“Seorang pembebas Masjid Al-Aqsa tidak pantas berteriak menangis dan terisak”, ucap Shalahudin.

-diterjemahkan dari page We The Revolutionaries of This Ummah-

Mental Panakluk telah ditanamkan sejak kecil. Peran orangtua menjadi sangat menentukan saat pembentukan tersebut. Oleh karena itu, sepantasnyalah sejak dini ditanamkan  kepada generasi umat Islam yang kelak akan membawa kebangkitan Islam.

Demikianlah generasi dambaan umat yang senantiasa dihadapkan dengan al-Quran bukan sinetron apalagi audisi idola-idolaan yang hanya melemahkan akal dan mendangkalkan iman.

Wahai para Ayah, Ibu, calon Ayah dan calon Ibu…

Tidakkah kita melihat betapa kaum muslimin di dunia tengah menantikan generasi dambaan umat yang siap menjadi mujahid dan mujahidah?

Generasi yang siap membela Islam, berjuang dan berkorban demi kemuliaan Islam hanyalah ada saat mereka dididik dengan pendidikan karakter Islam. Didiklah para generasi pejuang Islam dengan al-Quran dan as-Sunnah. Karena telah terbukti mampu mencetak para penakluk dan pejuang yang membawa kebangkitan bagi kaum muslimin. Tentunya apa yang mereka lakukan akan menjadi amal jariyah bagi orangtuanya agar terhindar dari panasnya api neraka.

Sumber : Gaul Fresh

Diskon 50% Website Dayah & Sekolah
Don't miss the stories followCyber Dakwah and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.

10 Contoh Penting Bagaimana Rasulullah Melayani Istrinya

Remaja Kita Juga Terancam

Related posts