Salah memaknai sesuatu tentu salah dalam aplikasinya, sejatinya kita sebagai seorang muslim dalam melakukan aktivitas perbuatan apapun harus sesuai dengan aturan Islam. Tidak ada perbuatan yang tidak ada hukumnya, termasuk dalam hal ini ta’aruf.
Jangan sampai ta’aruf kata orang, ta’aruf kata kita, mending kalo yang diikuti maknanya benar, kalo salah jadi apa coba??? Hayooo

Maka dari itulah seorang muslim harus mikir dulu dalam melakukan perbuatan, memikirkan bagaimana pandangan di dalam Islam jika hal tersebut dilakukan. Di dalam Islam makna ta’aruf sesungguhnya adalah artinya berkenalan, ta’aruf hanya boleh dilakukan oleh orang yang benar-benar ingin melakukan pernikahan. Ta’aruf bukan buat ajang coba-coba apalagi untuk penjajakan, Islam tidak membenarkan aktivitas ta’aruf dilakukan oleh orang yang tidak berniat untuk menikah.

Namun sayang seribu sayang, saat ini banyak orang dengan mudah mengatakan, “kitakan lagi ta’aruf” tapi aslinya yo kayak pacaran. Padahal ta’aruf gak bisa dilakukan oleh dua orang saja, dan harus ada orang ketiga bisanya kita menyebutnya sebagai MC (mak comlang), orang ketiga inilah yang dijadikan sebagai perantara untuk menghubungkan pihak laki- dan perempuan. Adapun syarat dari MC ini harus mereka yang sudah berkeluarga (suami istri), tidak dibenarkan yang single loh ya.

Sering banget ada kejadian yang MC nya masih single, taunya eh malah MC nya yang kecantol sama orang yang mau dijodohin tadi. #lah kalo beginikan jadi boomerang tentunya saya nulis begini bukan tanpa bukti loh ya, tapi teman saya sendiri salah satu pelakunya dan itu benar terjadi, jadi malah si MC nya yang kecnatol #capek deh tepi perlu diketahui disini kenapa syaratnya mesti orang yang udah menikah karena untuk penjagaan (rahasia).

Di dalam Islam tidak ada yang namanya pacaran, tidak ada pacaran yang digunakan untuk menuju jalur pernikahan. Yang ada melalui jalur ta’aruf untuk menuju pernikahan, pernikahan adalah niatnya ibadah, tentu prosesnya juga harus sesuai dengan aturan syari’at Islam agar barakah. Jadi mulai dari proses awal sampa ke pernikahan prosesnya benar sesuai dengan aturan Allah.

Banyak orang mengatakan dengan proses ta’aruf katanya jadi gak saling kenal, ah siapa bilang, bisa kok. Kenalannnya ya diproses ta’aruf ini, kita mau nanya apa aja juga boleh asal masih sesuai dengan syari’at dan masih melalui jalur MC. Bohong juga kok katanya pacaran bertahun-tahun untuk perkenalan, itu mah bukan perkenalan tapi penjajakan, dan kalo melalui pacaran semua orang pada tau, baik sekampung, se kota bisa pada tau si A pacarannya sama Si B, dan kalo dah putus , main ejek-ejekan dan hina-hinaan, terus bilang tuh si A mantan si B udah abis sama aku dan redaksi lainnya.

Sedangkan di dalam proses ta’aruf tidak demikian, kalo misalkan proses ta’arufnya gak jadi, misal salah satu dari kedua belah pihak antara pr dan lakinya ada yang gak cocok, ya gak apa-apa kalo g jadi, dan tidak banyak yang tahu, palingan hanya dua keluarga pihak laki dan pr, itupun bersifat rahasia, tak semua orang boleh mengetahuinya. Jadi gak akan ada ejekan- hinaan, atau apalah ketika ta’arufnya gak jadi. Jadi semuanya aman. Maka dari itulah Islam sangat menjaga keduanya baik pr maupun laki-laki.

Islam itu sempurna..jadi jangan ditambah ataupun dikurangi…

Sumber : Gaul Fresh