4:00 pm - Senin September 19, 2444

Waspada, Penjual Nakal Beras Sintetis !

1066 Viewed
Diskon 50% Website Dayah & Sekolah

Waspada, Penjual Nakal Beras Sintetis !

Sepertinya “penjual nakal” nggak pernah kehabisan akal untuk melakukan aksi curangnya agar meraih untung besar. Belum hilang diingatan kita maraknya berita penggunaan pengawet berbahaya pada makanan jajanan dan bakso daging celeng, publik Indonesia kembali dikejutkan dengan penemuan beras yang dicampur biji plastik (beras sintetis).

Hal ini terungkap setelah Dewi Septiani (29), pedagang nasi uduk dan bubur ayam di Ruko GT Grande, Blok F 19 Nomor 37, RT 01/RW 23, Perumahan Mutiara Gading Timur, Kelurahan Mustikajaya, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, Jawa Barat, menemukan dugaan adanya beras plastik atau sintesis (Liputan6.Com).

Berikut ciri-ciri beras sintetis tersebut:

  1. Bila dimasak dalam waktu tertentu yang dalam kondisi normal nasi sudah jadi bubur, beras ini masih berbentuk seperti butiran seperti belum masak
  2. Saat dimasak, beras tersebut mengeluarkan air
  3. Saat dimakan terasa seperti plastik/pahit.

Adapun tips membedakan antara beras sintetis dengan yang asli, yaitu:

  1. Beras asli bila digigit akan pecah. Sementara beras sintetis bila digigit terasa agak kenyal (seperti halnya plastik) dan nggak pecah.
  2. Bisa melakukan tes dengan dibakar. Saat dibakar beras sintetis akan meleleh, sementara beras asli nggak
  3. Bila beras asli digenggam dan dicium, akan tercium aroma wangi khas beras (sesuai merek). Sementara beras sintetis nggak ada aromanya.
  4. Saat diperhatikan, beras asli tampak memiliki bercak putih susu di bagian tengahnya. Sementara beras sintetis berwarna bening.

Sobat, ini nggak layak buat dicontoh. Saat berdagang, janganlah berbuat curang. Perbuatan curang ini sangat dilarang oleh Rasulullah Saw, sebagaimana di dalam hadist:

Dari Abu Hurairah ra, sesungguhnya Rasulullah saw. pernah berjalan melewati tumpukan makanan. Beliau kemudian memasukkan tangannya dan mendapati sebagiannya masih basah. Beliau lalu bersabda: “Apa ini, wahai pemilik makanan?”. Pemilik makanan itu berkata, “Itu terkena air hujan, ya Rasulullah”. Lalu Beliau bersabda, “Lalu mengapa tidak engkau letakkan di atas supaya orang-orang bisa melihatnya. Siapa saja yang menipu maka ia tidak termasuk dari golongan kami”. (HR. Muslim).

Itu baru beras basah, gimana dengan beras yang diganti plastik ya??? Bisa jadi curang kuadrat namanya…he.

Rasulullah Saw juga memberitakan kepada kita dalam Hadistnya sebagaimana Imam Ahmad telah menuturkan riwayat dari Qais bin Abi Gharazah al-Kinani yang mengatakan: Kami pernah menjual beberapa wasaq di Madinah. Kami disebut samasirah (makelar). Lalu ia berkata, “Kemudian Rasulullah Saw mendatangi kami dan Beliau menyebut kami dengan sebutan yang lebih baik dari sebutan yang kami buat sendiri. Beliau bersabda: Wahai para pedagang, sesungguhnya jual-beli itu sering dicampuri dengan permainan dan sumpah (palsu), maka kalian harus menyertai jual-beli itu dengan sedekah.

Semoga bermanfaat.

Sumber : Gaul Fresh

Diskon 50% Website Dayah & Sekolah
Don't miss the stories followCyber Dakwah and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.

Bolehkah Digunakan, Kalung dengan Nama Allah?

Islam, Prostitusi, dan Pencegahan AIDS

Related posts