12:14 pm - Sabtu Juni 24, 2017

Lebaran Ketupat Tradisi Islam Nusantara

373 Viewed

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menyebut lebaran ketupat sebagai salah satu tradisi khas Islam Nusantara. Menurut Kang Said, Islam Nusantara bukan aliran baru. Islam Nusantara merupakan cara masyarakat Nusantara mempraktikkan Islamnya.

Demikian disampaikan Kang Said pada perayaan lebaran ketupat yang diselenggarakan Pemkab Lombok Tengah. Dalam perayaan yang diisi dengan tabligh akbar dan halal bihalal bertema Pererat dan Perkokoh Silaturahmi, Ukhuwah Mewujudkan Lombok Tengah Bersatu, Kang Said sebelumnya menyampaikan ucapan terimakasih telah mendapat sambutan hangat.

“Tujuan manusia dilahirkan salah satunya adalah amanah insaniah yaitu saling menjalin hubungan silaturahmi antarsesama manusia,” kata Kang Said.

Sementara lebaran ketupat, lanjutnya, adalah salah satu tradisi Islam Nusantara di mana Muslim di sini bukan sekadar menyantap ketupat, tetapi saling memaafkan satu sama lain.

Menurutnya, yang mengakibatkan rusaknya hubungan tali silaturahmi antarsesama adalah kepentingan atau hawa nafsu.

“Kita tidak boleh gengsi dalam maaf-memaafkan. Segeralah meminta maaf tanpa memandang gelar, pangkat, jabatan. Sesungguhnya maaf-memaafkan perbuatan terpuji yang dimuliakan,” ajaknya di hadapan puluhan tuan guru serta ribuan masyarakat Lombok Tengah.

Lebaran ketupat ini merupakan tradisi yang rutin diadakan di Lombok setiap tanggal 8 Syawwal. Tampak hadir tuan guru se-Lombok Tengah.

“Hajatan ini tujuannya untuk mempererat tali silaturahmi pemerintah beserta masyarakat Lombok Tengah,” kata Bupati Lombok Tengah TGH M Suhaili Fadil Tohir dalam sambutannya pada perayaan yang digelar di Bencingah Tastura Praya, Lombok Tengah, Rabu (13/7).

Ia berharap kepada seluruh jajarannya untuk selalu menjaga kebersamaan dalam membangun Kabupaten Lombok Tengah yang beriman, berbudi, dan sejahtera.

Bupati yang menjabat dua periode ini juga menyampaikan ucapan terima kasihnya terutama atas kehadiran Kang Said pada tradisi lebaran ketupat di Lombok Tengah. “Harus kita selalu bersyukur kepada Allah SWT,” ajaknya. (Hadi/Alhafiz K)

Sumber : NU Online

Cak Nun, NU atau Muhammadiyah?

Beliau Penyambung Risalah Islam