11:20 am - Kamis Oktober 29, 2020

Al-Ghoyah Dan Al-Wasilah

285 Viewed
Diskon 50% Website Dayah & Sekolah

Oleh: Imam Syafi’i

Dalam kajian Ulumul Hadis terdapat satu pembahasan yang disebut dengan Hadis Maudu’, yakni periwayatan suatu informasi bohong dan mengada-ngada yang disandarkan kepada Rosulullah saw. Salah satu jenis dari bentuk-bentuk Hadis Maudu’ diantaranya hadis maudu’ lil hisbah, yaitu seseorang menciptakan suatu hadis atau berita dan mengatasnamakan Nabi Muhammad Saw. agar orang lain termotivasi untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah swt. Memang tujuannya benar tetapi caranya yang salah.

Dahulu kala, adalah Abu Ismah Nuh Bin Abi Maryam yang terkenal sebagai pembuat hadis maudu’ hisbah, seorang cendikia dan menguasai berbagai disiplin ilmu hingga dijuluki “al-Jami’”. Namun sayang sifat jujur tidak dimiliki olehnya. Ia membuat hadis terkait keutamaan surat-surat dalam al-Qur`an (فَضَائِلُ السُّوَرِ مِنَ الْقُرْأٰنِ), ketika ditanyakan sanadnya ia menjawab bahwasannya hadis tersebut sengaja dibuat (hadis maudu’) agar manusia gemar dan lebih senang mendalami al-Qur`an (karena pada saat itu banyak yang menyibukkan diri mendalami ilmu fikih daripada al-Qur`an).

Terkait hal ini, dalam Kaidah Fiqh disebutkan:

اَلْغَايَةُ لَا تُبَرِّرُ اَلْوَسِيْلَةَ إِلَّا بِدَلِيْلٍ

“Suatu tujuan utama (agar tercapai) tidak boleh membenarkan (menghalalkan) suatu perantara kecuali ada dalil (yang membolehkan)”

Dari sini, apapun tujuannya sekalipun itu baik tetap saja cara dan perantara yang digunakan harus benar dan sesuai dengan peraturan-peraturan yang telah ditentukan. Seperti memandang perempuan demi untuk bertafakkur keindahan makhluk Allah Swt. (Talqīh al-Afhām al-‘Illiyah bi Syarhi al-Qowāid al-Fiqhiyyah, jld. 3, hal. 23).

Lantas bagaimana dengan suatu lembaga, pekerjaan, jabatan atau pangkat yang diperoleh melalui cara yang tidak sesuai semisal menyogok, jual-beli suara dan jabatan, KKN dan semacamnya? Perlu kajian yang lebih mendalam. Namun yang jelas terkait apa yang dilakukan oleh Abu Ismah Nuh Bin Abi Maryam sebagaimana tersebut diatas, Abuya Sayyid Muhammad Alawiy al-Malikiy al-Hasaniy dalam kitabnya “ al-Manhal al-latīf” sangat mengecamnya dan bahkan Syekh Muhammad Ali As-Shobuniy menisbatkan kepadanya “فَضَلُّوْا وَ اَضَلُّوْا” (sesat dan menyesatkan). Falyata’ammal

Sumber gambar: intisari.grid.id

Diskon 50% Website Dayah & Sekolah
Don't miss the stories followCyber Dakwah and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.

Amal Soleh Dan Maksiat

Kayu Arak Dan Pasta Gigi

Related posts