4:03 pm - Senin Oktober 22, 6970

Haul KH. Abdul Wahid Hasyim ke-67

149 Viewed
Diskon 50% Website Dayah & Sekolah

KH Abdul Wahid Hasyim wafat karena kecelakaan di daerah Cimahi saat hendak menuju Sumedang, Jawa Barat pada 19 April 1953, tepat 67 tahun lalu. Selama ini, cerita Kiai Wahid ke Sumedang hendak berkegiatan apa menjadi misteri.

Sejarawan Iip D Yahya menjelaskan bahwa perjalanan Kiai Wahid saat itu hendak menghadiri harlah Nahdlatul Ulama di Sumedang. Cerita ini ia dapatkan dari Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumedang Idad Isti’dad.

“Dulu ayahnya, namanya Kiai Ahmad Falah itu beliaulah yang mengundang dulu Kiai Wahid ke Sumedang untuk harlah NU yang agak terlambat sebetulnya karena sudah bulan April ya,” katanya saat Webinar Haul ke-67 KH Abdul Wahid Hasyim pada Ahad (19/4).

Saat mengundang Kiai Wahid, Kiai Falah datang ke Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jakarta. Ia menginap selama dua hari karena menunggu kehadiran Kiai Wahid yang saat itu tengah melakukan perjalanan dinas ke Palembang, Sumatera Selatan.

“Kiai Falah dua hari dua malam di PBNU udah kucel gitu. Kiai Wahid masih dines di Palembang,” ujarnya.

Lalu, saat melihat Kiai Falah sudah begitu kucel, Kiai Wahid mengajaknya ke rumah untuk mandi. Ayah Gus Dur itu juga memberikan baju kepada tamunya itu. Ada pertanyaan di benak Iip bahwa di tengah kesibukannya, Kiai Wahid masih menerima undangan Kiai Falah tersebut.

Ternyata, lanjut Iip, Kiai Falah merupakan saksi sejarah yang aktif sebagai panitia dalam Muktamar NU di Bandung dan Menes.

“Dia ini panitia Muktamar tahun 1932 di Bandung ketika dia santrinya Kiai Dimyati Sukamiskin. Lalu, ketika dia mesantren tahun 1938 di Menes, ya otomatis dia jadi panitia juga,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua PBNU M. Imam Aziz melihat sosok putra Hadratussyekh KH Hasyim Asya’ari itu sebagai seseorang yang sukses membawa Indonesia berhasil melewati masa transisi dengan perannya.

“Sebagai salah satu figur pemeran di masa transisi itu Kiai Wahid itu memang menunjukkan kapasitas yang luar biasa,” katanya.

Perannya di berbagai sektor menjadi inspirasi bagi generasi muda saat ini yang juga menghadapi masa transisi. Sebab, sosoknya yang saat itu juga masih berusia muda sudah begitu memainkan peran penting bagi negeri.  

“Inspirasi generasi muda. Kita harus sadar hidup di masa transisi,” katanya.

Webinar dengan tema Teladan Kiai Wahid Menggalang Solidaritas Bangsa ini dimoderatori oleh Hamzah Sahal ini dan juga menghadirkan salah satu cucu Kiai Wahid, yakni Alissa Wahid. (NU Online)

Diskon 50% Website Dayah & Sekolah
Don't miss the stories followCyber Dakwah and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

Said Aqil Berharap PMII Tetap jadi Agen Perubahan

Hukum Shalat Berjamaah Live Streaming

Related posts