Ketua HUDA Aceh Barat Letakkan Batu Pertama Rumah Duafa GARDA Indonesia

0
1105

Meulaboh – Gerakan Relawan Rumah Dhuafa Idonesia (GARDA Indonesia) kembali melakukan pembangunan rumah layak huni bagi kaum dhuafa di Aceh. Ketua Himpunan Ulama Dayah (HUDA) Kabupaten Aceh Barat, Tgk. H. Abdurrahman melakukan peletakan batu pertama yang menandakan dimulainya pembangunan  di Gampong Ujong Tanjong, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, Minggu (30/4/2023).

Rumah tersebut dibangun dengan pembiayaan melalui dana donasi ummat melalui program donasi rutin Rp. 10.000 /bulan.

“Peletakan batu pertama pondasi ini, bukan hanya menjadi sekadar tanda bahwa sebuah proyek pembangunan akan dimulai, namun juga menjadi simbol bahwa sedekah akan menjadi pondasi ekonomi umat. Pondasi terbaik, yang akan membawa umat ke dalam sebuah masa depan yang gemilang,” kata Abu Abdurrahman.

“Pembangunan rumah ini menjadi contoh bagaimana kekuatan ajaran Islam dapat meningkatkan taraf hidup umatnya yaitu melalui berbagi, padahal hanya Rp. 10.000 saja dan itupun per bulan. Sungguh saya bangga dan terharu, bahwa hari ini kita dapat menyaksikan kekuatan serta kebenaran ajaran Islam tentang bagaimana zakat, Infaq dan sadaqah dapat membantu ummat keluar dari berbagai persoalan ekonomi,” ujar Ketua HUDA Aceh Barat.

Kepada penerima, ia berpesan agar memanfaatkan dan memelihara rumah itu dengan baik.

“Ini titipan saudara-saudara kita semua. Konsekwensi penerimanya ya harus pelihara dengan baik,” katanya.

Nek Ramala, penerima Rumah GARDA Indonesia asal Ujong Tanjong, menyampaikan terima kasih kepada GARDA Indonesia atas bantuan yang diberikan kepadanya.

Ia merupakan salah satu korban Tsunami, yang belum lagi mempunyai rumah. Selama ini Nek Ramala dan keluarganya tinggal dirumah sewa yang kondisinya juga kurang layak huni.

Hingga diusianya yang sudah senja, Nek Ramala beserta anak menantu dan cucunya terus berjuang untuk membangun rumah yang layak untuk keluarga, namun kondisi ekonominya yang serba kekurangan menyebabkan asa tersebut seakan padam.

Anak perempuannya kerja upahan sementara menantunya penjaga gudang yang pendapatannya pas-pasan, sekedar cukup untuk memnuhi kebutuhan sehari-hari.

“Terima kasih atas bantuan dari GARDA Indonesia, semoga GARDA Indonesia kedepan lebih maju dan berkembang serta dapat membantu yang lain lagi. Insya Allah kami akan menjaga rumah ini dengan baik” ucap Nek Ramala

Sementara itu, Aduwina Pakeh, M.Sc selaku Inisiator GARDA Indonesia menyebutkan ini merupakan rumah kelima atau R005 yang dibangun oleh GARDA Indonesia yang dananya bersumber dari donatur tetap GARDA dengan konsep donasi Rp. 10.000/bulan/donatur.

Setelah sebelumnya GARDA Indonesia berhasil membangun sebanyak 4 unit rumah layak huni yaitu R001 di Aceh Barat, R002 di Aceh Barat Daya, R003 di Aceh Barat dan R004 di Aceh Singkil.

R005 ini akan dibangun dengan menerapkan Standard Operasional Prosedur (SOP) GARDA Indonesia, dimulai dari sumber anggarannya 100% dari donasi rutin donatur tetap yaitu Rp. 10.000/bulan atau #Gerakan10Ribu, dan proses pembangunannya pemborongan namun dapat melibatkan partisipasi masyarakat sekitar dengan mekanisme yang telah diatur.

Lanjutnya, untuk saat ini jumlah dana yang sudah tersedia untuk pembangunan R005 ini sebanyak 47 juta, Insya Allah ditargetkan dalam proses pembangunan ini jumlah donatur terus bertambah dan setoran donasi dari donatur tetap sebelumnya semakin lancar, sehingga ketika pembangunan rumah ini selesai seluruh pembiayaan juga terpenuhi, sehingga kita dapat membuat planing untuk pembangunan  R006 dan seterusnya.

Dosen Prodi Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Teuku Umar ini juga menguraikan semenjak dimulainya program ini pada Juli 2020 hingga Minggu (30/04/23) ini, jumlah donatur yang telah bergabung mencapai 5.151 orang, dari berbagai latar belakang profesi, usia, pendidikan, ekonomi dan wilayah, tidak hanya dari Aceh semata, namun juga dari luar Aceh seperti Sumut, Sumbar, Sumsel, Riau, kepri, Babel, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali, Kalimantan dan Sulawesi.

Aduwina Pakeh yang turut didampingi Jadan, S.Sos.I selaku koordinator Lapangan pembangunan R005 GARDA Indonesia inu menyebutkan sistem pembangunan rumah layak huni  yang ditawarkan oleh GARDA Indonesia sangat mudah.

“Sistem kita sangat sederhana, membangun rumah layak huni untuk kaum dhuafa di Aceh dengan cara goyong royong berdonasi Rp. 10.000 rupiah perbulan/donatur. Siapa saja dapat bergabung dalam komunitas ini, nilai donasinya sama yaitu 10.000 rupiah perbulan,” jelasnya

Target kita suatu saat nanti jumlah donatur dapat mencapai 10.000 orang, dengan demikian jumlah donasi dapat menvapai 100 juta/bulan sehingga dari donasi tersebut setiap bulannya dapat membangun minimal 1 unit rumah layak huni untuk dhuafa.

Turut hadir pada acara prosesi peusijuk dan Halal bi Halal GARDA Indonesia diantaranya Drs. Muslim Hasan, M.Si (penggerak GARDA Indonesia dari Wilayah Aceh Barat Daya), Suryani Usman (Penggerak GARDA Indonesia dari Wilayah Kota Banda Aceh), Bustami (Penggerak GARDA Indonesia Wilayah Nagan Raya) para penggerak dan donatur GARDA Indonesia yang ada di Aceh Barat.

Sementara tim pembangunan rumah kelima ini terdiri dari :
Penanggungjawab Umum : Aduwina Pakeh, M.Sc
Penanggungjawab Lapangan : Keuchik Gampong Ujong Tanjong,
Koordinator bidang Konstruksi GARDA Indonesia : Bapak Drs. Juf Rinal
Koodinator Pelaksana di Lapangan  : Ustadz Yadan, S.Sos.I atau Yayad Andika
Sekretaris Pelaksana         : Tgk. Ichsan, S.Ag 
Penghubung Barang          : Bung Giyanto, M.Kes
Penanggungjawab Material : Abucek H. Arifin Idris
Tim Publikasi                      : Areh Pakeh, Suherman, Darwis, ST serta para penggerak dan donatur GARDA Indonesia lainnya.

Tinggalkan Balasan