9:23 pm - Sabtu Januari 16, 2021

Sastra

Terbaru on Sastra
Sekuntum Bunga untuk Guru Tercinta

Sekuntum Bunga untuk Guru Tercinta

  Allah ciptakan matahari.. yang tak pernah bosan bersinar… seperti halnya semangat dan kasih sayangmu dalam mendidik kami..   Wahai guruku…. Allah ciptakan bulan untuk menerangi malam… seperti halnya engkau guruku.. yang selalu membimbing dan menerangi kami dengan... baca yukk »

Kapal Pengantin Tenggelam!

Kapal Pengantin Tenggelam!

“Kemarin aku masih bincang-bincang dengan mereka, akan ke Bali untuk pernikahan saudara,” ucap teman saya dengan mata merah bergelegak air mata. Aku tak tahu lagi bagaimana menghiburnya. “Kini, setelah dua hari dicari, saudara-saudara saya yang 49 orang itu sudah rata-rata... baca yukk »

Silakan Mencuri di Negeriku, Indonesia

Silakan Mencuri di Negeriku, Indonesia

Silakan mencuri di Negeriku Karena negeriku memiliki kekayaan alam yang melimpah Dan penghuninya tidak tahu dan tidak mau mengelolanya   Silakan mencuri di Negeriku Karena penghuni di negeriku tidak eman dengan apa yang dimiliki Dan lata meniru apa yang dimiliki orang-orang di negeri... baca yukk »

[Cerpen] Seribu Rupiah untuk Ibu

[Cerpen] Seribu Rupiah untuk Ibu

Aku berjalan cukup jauh. Aku tak tahu di apotek mana harus kuberikan uang ini. Hari Minggu yang lalu aku mengikuti lomba baca puisi tingkat kabupaten. Aku mendapat juara ke-2. Yah, mungkin bagi sebagian orang itu merupakan prestasi yang biasa saja tapi bagiku ini adalah prestasi yang sangat aku... baca yukk »

More from Sastra

Kapal Pengantin Tenggelam!

“Kemarin aku masih bincang-bincang dengan mereka, akan ke Bali untuk pernikahan saudara,” ucap teman saya dengan mata merah bergelegak air mata. Aku tak tahu lagi bagaimana... baca yukk »

Silakan Mencuri di Negeriku, Indonesia

Silakan mencuri di Negeriku Karena negeriku memiliki kekayaan alam yang melimpah Dan penghuninya tidak tahu dan tidak mau mengelolanya   Silakan mencuri di Negeriku Karena penghuni di... baca yukk »

[Cerpen] Seribu Rupiah untuk Ibu

Aku berjalan cukup jauh. Aku tak tahu di apotek mana harus kuberikan uang ini. Hari Minggu yang lalu aku mengikuti lomba baca puisi tingkat kabupaten. Aku mendapat juara ke-2. Yah, mungkin... baca yukk »

[Cerpen] Namanya Muhammad

“Ayolah, Puut! Kasih tahu aku!” Namira tak berhenti merengek sambil membantuku membereskan kertas di sana sini. Aku cuma tertawa kecil. Lucu melihat mukanya yang gemas. “Puut! Ayo,... baca yukk »

[Cerpen] Sepercik Cahaya Api

“Itu Nita adikku!” Seorang gadis kulihat tertatih menyeret kakinya mendekati mobil-mobil mewah. Tepat di depan swalayan Dyonisus. T-shirt yang dikenakannya menjelaskan kalau dia adikku. Hampir... baca yukk »